Di Balik Makanan dari Olahan/Turunan Sawit di Meja Makan Kita

Sejak dibawa oleh para ilmuwan Belanda ke Nusantara pada tahun 1848 untuk menjadi koleksi Kebun Raya Bogor, komoditas sawit telah berinteraksi dan berkembang bersama dengan negeri penuh rempah yang lahannya subur ini.

Hingga kini pun, berbagai produk turunan dan olahan sawit sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Mengapa demikian? Dari segi nilai gizi, sawit memiliki dampak pada kesehatan kita. Minyak sawit berkontribusi pada pencegahan berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, kanker dan lain-lain. Minyak sawit juga tidak mengandung kolesterol, karena kolesterol hanya dihasilkan dari minyak hewani. Minyak sawit juga tidak mengandung asam lemak trans (trans fat free) dan mengandung asam lemak jenuh dan tak jenuh dengan proporsi seimbang.

Minyak sawit juga mengandung senyawa aktif seperti karotenoid (prekusor vitamin A), tokoferol dan tokotrienol (vitamin E) dan asam lemak esensial (oleat, linoleiat, linolenat) yang berperan penting sebagai antioksidan dan mencegah berbagai penyakit degeneratif pada manusia. Minyak sawit mengandung vitamin E yang paling tinggi dibandingkan dengan minyak nabati lain. Kandungan vitamin E pada minyak sawit mencapai 1172 ppm, lebih tinggi dari kandungan vitamin E minyak kedelai (958 ppm), minyak biji bunga matahari (546 ppm), dan minyak jagung (782 ppm) dan seterusnya.

Selain mengandung vitamin E yang tinggi, minyak sawit juga mengandung vitamin A yang juga relatif tinggi dibandingkan dengan bahan pangan lainnya. Kandungan vitamin A minyak sawit merah lebih tinggi dari kandungan vitamin A dari bahan-bahan makanan yang dianggap sebagai sumber vitamin A seperti jeruk, wortel, pisang dan lain-lain.

Manfaat vitamin E, vitamin A dan asam lemak esensial minyak sawit bagi kesehatan manusia telah banyak dibuktikan melalui penelitian kesehatan/kedokteran. Diantaranya mencegah defisiensi vitamin A, pencegahan dan penanggulangan kebutaan, pencegahan penyakit kanker/tumor, anti radikal bebas, mencegah penuan dini, menghambat pembengkakan hati, peningkatan imunitas tubuh, penurunan kolesterol, pencegahan penyakit atherosclerosis seperti penyakit jantung koroner dan pembuluh darah dan lain-lain.

Jadi, tidak perlu kuatir dalam mengonsumsi produk olahan sawit dalam pangan sehari-hari kita.