Biodiesel Sawit, Energi Masa Depan Kita Semua

Energi alternatif untuk masa depan kita, ternyata telah terhampar luas di negeri sendiri.

Hari ini, dunia disibukkan mencari sumber-sumber energi alternatif untuk masa depan yang lebih ‘hijau’. Tahukah kamu, bahan bakar berupa biodiesel sawit juga menjadi salah satu primadona di mata para peneliti?

Ya, biodiesel sawit (sumber energi nabati berbasis sawit (fatty acid methyl ester) sebagai subsitusi energi fosil) akan mengurangi emisi gas rumah kaca dari mesin diesel sekitar 50-60 persen. Bahkan menurut European Commission, apabila biodiesel sawit yang dihasilkan dari PKS dengan methane capture pengurangan emisi GHG dapat mencapai 62 persen.

Emisi yang dihemat dari biodiesel berbahan baku sawit ini lebih tinggi dibandingkan dengan penghematan emisi yang diperoleh dari biodiesel berbahan baku minyak rapeseed, minyak kedelai maupun minyak bunga matahari.

Maka, kebijakan mandatori biodiesel yang sedang diimplementasikan pemerintah saat ini sangat baik untuk menghasilkan penghematan. Hemat solar, artinya kita juga menghemat devisa yang diperlukan untuk impor.

Sebagaimana analisis OECD (2007) jika EU mengurangi 10 persen saja konsumsi BBM fosil dan digantikan dengan biofuel (sebagaimana EU energy directive) Uni Eropa harus mengkonversi 70 persen lahan pertaniannya menjadi tanaman minyak nabati. Sedangkan untuk mensubsitusi 10 persen diesel dengan biodiesel berbasis kedelai, USA harus mengkonversi 30 persen lahan pertaniannya untuk kebun kedelai.

Di sinilah kita bisa memainkan peran sebagai eksportir biodiesel sawit; dengan mendukung ketersediaan minyak sawit secara internasional, program substitusi BBM fosil dengan biodiesel dapat dilakukan Uni Eropa dan USA tanpa mereka harus mengkonversi lahan pertaniannya. Hal ini untuk Uni Eropa telah terkonfirmasi dimana sekitar 38 persen impor minyak sawit EU dipergunakan untuk energi baik biodiesel maupun listrik.

Jadi, selain menghemat dan menghijaukan energi dalam negeri, biodiesel sawit memiliki potensi ekonomi yang baik untuk kita sebagai eksportir. Mari kita bergandengan dalam terus meneliti sumber energi alternatif, yang tak hanya berpotensi untuk masa depan yang lebih ramah lingkungan, tapi juga membawa potensi ekonomi yang mendukung kemajuan bangsa.