PETALING JAYA - Maybank Research mengungkapkan, lemahnya nilai mata uang ringgit ataupun rupiah dari menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) memberikan keuntungan tersendiri bagi pengusaha kelapa sawit.
Malaysia yang saat menempati urutan kedua setelah Indonesia sebagai pengekspor minyak sawit dunia. Tercatat nilai mata uang Ringgit pada hari Senin (5/1) merosot 0,65 % ke 3.5567 terhadap dolar AS, level terendah dalam lebih dari lima tahun. Mata uang lokal telah jatuh 12,7 % terhadap greenback sejak awal September .
"lemahnya ringgit atau rupiah menyebabkan lebih tinggi pendapatan daerah dan keuntungan bagi pekebun Malaysia dan Indonesia, karena ekspor CPO diperdagangkan global dalam bentuk dolar AS, '' lapornya, seperti dilansir The Star. (T3)







