SAWITBAIK.ID, JAKARTA – Pemanfaatan biodiesel berbasis kelapa sawit dinilai memiliki kontribusi dalam menekan emisi gas rumah kaca (GRK) dibandingkan penggunaan bahan bakar fosil.
Mengacu pada Buku Fakta Kelapa Sawit yang diterbitkan oleh Tim Advokasi Minyak Sawit Indonesia – Dewan Minyak Sawit Indonesia (TAMSI-DMSI) tahun 2010, berdasarkan analisis siklus hidup (life cycle assessment), penggunaan biodiesel sawit dapat mengurangi emisi GRK hingga 62 persen dibandingkan bahan bakar fosil.
Kontribusi Emisi dalam Produksi Biodiesel
Dalam publikasi tersebut dijelaskan bahwa emisi GRK dalam produksi biodiesel sawit berasal dari berbagai tahapan, di antaranya penggunaan pupuk, emisi nitrous oxide (N?O), penggunaan pestisida, transportasi dan mesin, hingga proses di pabrik dan kilang minyak sawit.
Selain itu, pengelolaan limbah seperti tandan kosong kelapa sawit (TKKS) serta limbah cair dari kolam pengolahan juga menjadi bagian dalam perhitungan total emisi pada rantai produksi biodiesel.
Total emisi yang dihasilkan dari proses produksi biodiesel sawit tercatat sebesar 1.601 kilogram CO? per ton biodiesel.
Perbandingan dengan Bahan Bakar Fosil
Sementara itu, emisi yang dihasilkan dari produksi dan penggunaan bahan bakar minyak fosil mencapai 4.228 kilogram CO? per ton. Dengan demikian, penggunaan biodiesel sawit mampu memberikan penghematan emisi hingga 2.627 kilogram CO? per ton biodiesel.
Data tersebut menunjukkan bahwa biodiesel berbasis minyak sawit memiliki potensi sebagai salah satu alternatif energi terbarukan dalam upaya mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan emisi gas rumah kaca. (T2)
Sumber: Buku Fakta Kelapa Sawit, Tim Advokasi Minyak Sawit Indonesia – Dewan Minyak Sawit Indonesia (TAMSI-DMSI), 2010.









