InfoSAWIT, JAKARTA – Dikatakan Senior Manager Global Community Outreach & Engagement RSPO, Imam A. El Marzuq, Indonesia tercatat telah menjadi produsen utama minyak sawit dan minyak sawit bersertifikat berkelanjutan versi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Lantaran produksi minyak sawit berkelanjutan di dunia yang mencapai 15,4 juta ton, sebanyak lebih dari 50% berasal dari Indonesia.
Namun demikian sayangnya produk konsumsi berlabel minyak sawit berkelanjutan masih jarang ditemui, ini lantaran ada anggapan permintaan pasar untuk produk berlabel minyak sawit berkelanjutan di Indonesia masih rendah, sehingga memaksa produsen produk-produk berbahan baku minyak sawit berkelanjutan belum menyediakannya.
Padahal, merujuk hasil studi terbaru oleh MarkPlus, mengungkap 82% responden bersedia mengubah konsumsi harian produk-produk yang mengandung minyak kelapa sawit dengan produk yang menggunakan minyak kelapa sawit berkelanjutan, ketika pilihan produknya tersedia.
Saat ini, meski ada beberapa produk yang menggunakan minyak kelapa sawit berkelanjutan telah tersedia, namun konsumen masih sulit menemukannya karena penggunaan ekolabel pada produk-produk tersebut yang masih sangat terbatas di Indonesia, berbeda dengan pasar di Uni Eropa.
Sebab itu kata Imam, pihaknya semenjak 3 tahun silam telah mengajak para konsumen dari generasi muda, untuk mulai memberikan pemahaman mengenai pentingnya peran konsumen muda dalam memilih produk dengan bahan baku berasal dari minyak sawit yang bersertifikat berkelanjutan. “Sehingga pada waktunya nanti, para generasi muda ini bisa menjadi konsumen peggerak dalam memilih produk berbahan baku minyak sawit berkelanjutan,” katanya dalam Virtual Talk Show yang dihadiri InfoSAWIT, Kamis (13/8/2020).
Sementara itu, Head of Corporate Affairs & Sustainability, PT Lion Super Indo, D. Yuvlinda Susanta, khusus untuk jaringan ritel Super Indo, pihaknya sedang berupaya untuk mengarah pada pemasaran produk berbahan baku minyak sawit berkelanjutan bersertifkat RSPO. Kendati saat ini kata Yuvlinda, jaringan grup ritelnya yang berpusat di Belanda telah mulai menyerap minyak sawit berkelanjutan dari pasar Greenpalm untuk beberapa produk konsumsi.
Hanya saja untuk pasar di Indonesia, penggunaan bahan baku minyak sawit berkelanjutan untuk produk konsumsi masih dalam proses. Lantaran, masih memperhitungkan tingkat permintaan konsumen dan keekonomian harga produk.
“Kami masih terus mengamati tingkat kebutuhan konsumen terhadap produk berbahan baku minyak sawit berkelanjutan, termasuk menghitung keekonomian produk tersebut sehingga layak bagi kosumen,” tandas dia. (T2)







