InfoSAWIT, JAKARTA - Pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia akhir-akhir ini semakin disorot berbagai kalangan di dunia, salah satunya dari kalangan environmentalis. Pihak environmentalis menganggap pengembangan perkebunan kelapa sawit telah banyak merusak lingkungan, sebab itu perbaikan budidaya pun wajib dilakukan. Pihak environmentalis pun dengan beragam cara, mendorong pelaku perkebunan yang masuk dalam kelompok developmentalis untuk menerapkan praktik budidaya sesuai kaidah lingkungan dan sosial.
Kondisi demikian pada akhirnya memunculkan beragam inisiatif, seperti Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), Palm Oil Innovation Group (POIG), dan inisiatif lainnya. Tujuannya dari berbagai inisiatif itu hanya satu, guna membuktikan bahwa pengembangan perkebunan kelapa sawit bisa dilakukan tanpa harus merusak lingkungan dan sosial.
Tentu saja dorongan itu memunculkan beragam pertanyaan dipihak developmentalis, lantaran faktanya pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia sudah dilakukan seabad silam dan terbukti kebun-kebun sawit lama masih mampu berproduksi dan tidak mengganggu masyarakat sekitar apalagi lingkungan, terlebih telah dipagari oleh aturan hukum yang ketat diterapkan pemerintah Indonesia.
Dalam sebuah diskusi di Jakarta, Advisor RSPO, Prof Bungaran Saragih pernah mengatakan, baik pihak developmentalis yang berfokus pada pengembangan dan peningkatan ekonomi dan pihak environmentalis yang terfokus pada pelestariaan lingkungan dan sosial, telah melakukan tugasnya masing-masing.
Hanya saja diperlukan kesepahaman bersama, bahwa pengembangan perekonomian lewat pembangunan perkebunan kelapa sawit tidak harus dipojokan dan dianggap merusak lingkungan lantas mesti dihentikan. Demikian pula, pengembangan perkebunan kelapa sawit, sebaiknya dibangun dengan memerhatikan kaidah lingkungan.
Maka itu perlu diambil jalan tengah yang bisa diterima kedua kelompok tersebut yang dinamakan Sustainability Development. Hanya saja perlu dipahami, sustainability development, bukan sebagai pembuktian bahwa pembangunan perkebunan kelapa sawit di Indonesia selama ini merusak lingkungan, toh buktinya banyak perkebunan kelapa sawit berumur ratusan tahun tetap berproduksi dan terbukti tidak merusak lingkungan serta tidak mengganggu masyarakat sekitar.
Sustainability Development merupakan suatu konsep jalan tengah dalam upaya pembangunan perkebunan kelapa sawit untuk masa yang akan datang, guna menghasilkan CPO yang lestari. Seperti ulasan Majalah InfoSAWIT cetak pada edisi April 2014 lalu, yang mengangkat perubahan pola pandang kelompok environmentalis terhadap pembangunan kelapa sawit yang dilakukan kelompok developmentalis.
Dengan Sustainability Development, baik pihak environmentalis maupun kelompok developmentalis, secara nyata bisa bersama–sama saling memberikan kontribusinya dalam proses pembangunan kelapa sawit yang berkelanjutan di Indonesia. Bahkan pada kenyataannya, pihak pelaku perkebunan dianggap lebih mau dan mampu bekerjasama untuk pembangunan berkelanjutan dibandingkan sektor komoditas lainnya semisal tambang. (T2)










