Berita Lintas
sawitbaik

Harga TBS Sawit Rendah Jadi Kendala Petani Sawit di Papua Nugini



Ilustrasi petani sawit
Harga TBS Sawit Rendah Jadi Kendala Petani Sawit di Papua Nugini

InfoSAWIT, JAKARTA - Sekretariat Dewan Negara-negara Produsen Minyak Sawit (CPOPC)  menindaklanjut  kegiatan Smallholders  Outreach Program (SOP)  dengan pembahasan bersama  petani kecil kelapa sawit di Papua Nugini. 

Pertemuan  juga  dihadiri oleh  the Charge  'affaires of PNG  in Jakarta, Fran Mazigi.  Telekonferensi   membahas  secara mendalam  isu-isu yang dihadapi  petani kecil  dan peran CPOPC dalam menjalin   kerja sama dan  kolaborasi di negara-negara  penghasil  kelapa sawit.  

Turut  berpartisipasi dalam pertemuan  tersebut Deputi Eksekutif Direktur CPOPC, Dupito D. Simamora, Direktur Keberlanjutan dan Petani Sawit Kecil CPOPC Dr. Witjaksana Darmosarkoro, serta perwakilan petani kecil Indonesia dan Malaysia.

Perwakilan dari  petani kelapa sawit PNG,  Kepson  Puspita  menyatakan,  saat ini  industri kelapa  sawit membutuhkan dukungan  manajemen yang lebih  baik. Papua Nugini   dapat banyak  belajar   dari  negara-negara    penghasil  kelapa  sawit, khususnya Indonesia dan Malaysia. Dengan bergabung  di CPOPC, harapannya  akan memperoleh dukungan teknis  dan bantuan membangun perekonomian petani sawit kecil dan mendukung kehidupan dan pendapatan para petani. 

“Bagi kami,  bergabung dengan CPOPC akan  membawa dampak  positif seperti bisa bergabung  di  berbagai  kegiatan CPOPC selain  juga menjadi bagian  dari sebuah  aliansi  petani global,"  Kata Kepson dala keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Senada dengan Kepson, Adzmi  Hassan  menyampaikan keprihatinan  atas rendahnya  harga sawit di Papua  Nugini dibandingkan di  Indonesia  dan Malaysia.  "Kami  tentu  berharap kita bisa  bekerja sama  dalam  menentukan  formula   harga ini di CPOPC. Selain  juga pemakaian produk kelapa  sawit sebaiknya  ditingkatkan agar penghasilan petani  kecil juga ikut naik," tutur Adzmi. 

Perwakilan petani sawit kecil asal Indonesia, Djono Albar Burhar menyampaikan pengalaman petani   kecil  dalam  manajemen dan organisasi  kebun plasma.  Dia juga menekankan pentingnya para petani kecil di  berbagai negara penghasil kelapa sawit bekerja sama melalui CPOPC. (T2)