Berita Lintas
sawitbaik

Tantangan Tenaga Kerja di Perkebunan Kelapa Sawit



Tantangan Tenaga Kerja di Perkebunan Kelapa Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Direktur PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, Geetha Govindan menyatakan, tantangan kedepan yang bakal dihadapi industri kelapa sawit nasional adalah pasokan tenaga kerja. Ini terjadi lantaran, bagi para pencari kerja sektor perkebunan terkadang tidak menjadi pilihan utama sebagai cara dalam meniti karir, lantaran masih banyak angkatan kerja yang tertarik bekerja di kota ketimbang di pelosok daerah.

Selain citra perkebunan yang kerap dicap sebagai pekerjaan di daerah pelosok yang minim fasilitas dan hiburan. Selain citra perkebunan, kesulitan pasokan tenaga kerja pula diakibatkan terjadinya peningkatan ekonomi wilayah setempat. Kondisi demikian kian mempersulit sektor perkebunan dalam mendapatkan tenaga kerja.

Kendati diakui, terjadinya peningkatan ekonomi wilayah setempat berdampak positif bagi kehidupan masyarakat perdesaan, namun dilain sisi kondisi ini berdampak negatif pada pemenuhan pekerja pada sektor perkebunan, alasannya masyarakat dengan kemampuan ekonomi menengah bakal lebih memilih tinggal di kota ketimbang bekerja di pelosok perdesaan. “Bila ekonomi masyarakat terus meningkat maka akan jarang ditemui orang yang mau jadi tukang panen sawit, ambil berondolan dan lainnya,” kata Geetha, kepada InfoSAWIT.

Sebab itu, pelaku perkebunan kelapa sawit mesti mulai berpikir kedepan, kendati langkah-langkah strategi diakui telah dilakukan beberapa perkebunan kelapa sawit nasional, semisal dengan membuat betah karyawan untuk tinggal diperkebunan kelapa sawit walau berlokasi di remote area, dengan memenuhi semua kebutuhan karyawan, serta menyediakan fasilitas layaknya di kota, seperti  minimarket, layanan perbankan dan lainnya. (T2)

Terbit pada Majalah InfoSAWIT Cetak Edisi Februari 2015