JAKARTA – Pemerintah terus berupaya untuk menekan impor sapi salah satunya dengan mendalami program sawit-sapi. Apalagi kebutuhan masyarakat akan daging semakin meningkat. “Kami akan mendalami lebih lanjut mengenai program sawit sapi, kalau ini dilakukan bakal menekan impor dan meningkatkan pendapatan petani,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, Selasa (6/1/2015), seperti dilansir Joss Today.
Ia menjelaskan, neraca perdagangan Indonesia di sektor sapi sepanjang tahun 2009 hingga 2013 negatif, kendati grafik defisit cenderung mengecil sejak 2011. Walaupun nilai impor cenderung sedikit menguat, tetapi nilai ekspor tumbuh lebih pesat. Namun program ini memiliki berbagai persoalan, seperti kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Yuan Permata Adoe, kendala yang dihadapi ialah masalah lahan yang akan digunakan. Apalagi tambahnya, perkebunan sawit dan peternakan sapi ini dua produk yang berbeda, sehingga pemerintah perlu memperhatikan kebijakan yang bisa merangkul kedua belah pihak.
“Ini potensi yang bisa dikembangkan, sehingga integrasi ini konsep yang baik. Namun tentu karena ini masalah program investasi, keinginan pemilik juga menjadi salah satu faktor,” ujarnya. (T3)







