InfoSAWIT, JAKARTA - Setelah berhasil melakukan kemitraan sawit semenjak 1987 lalu, salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit nasional, Asian Agri, kini sedang mendorong melakukan peremajaan sawit untuk kebun sawit mitranya (plasma) sekaligus tetap menerapkan kemitraan untuk periode tanam ke dua (fase kedua).
Merujuk informasi dari perusahan, tahun 2020 ini akan dilakukan peremajaan sawit seluas 2.390 ha, dimana luasan itu terbagi untuk wilayah plasma Buatan seluas 360 ha, peremajaan di Ukui sekitar 960 ha dan di wilayah Tungkal Ulu, Jambi sekitar seluas 800 ha.
Dikatakan Head of Partnership Asian Agri, Rudy Rismanto, dalam mendorong petani plasma sawit mitra perusahaan dirinya mengaku tidak mudah, lantaran masih banyak keraguan dari pihak masyarakat tatkala hendak melakukan peremajaan (replanting).
Namun dengan upaya dan program yang ditawarkan perusahaan, bebrapa KUD telah melakukan program peremajaan sawit. Misalnya yang telah dilakukan KUD Mulus Rahayu, sebelum mencicil biaya peremajaan sawit para anggota KUD telah memiliki simpanan yang dipotong dari hasil penjualan Tandan Buah Sega (TBS) Sawit petani, istilahnya tabungan peremajaan yang disimpan dalam akun khusus. “Jadi sebelum mencicil para petani telah dibekali dana dari hasil menabung selama ini,” katanya dalam acara Webinar yang dihadiri InfoSAWIT, belum lama ini.
Lebih lanjut kata Rudy, maka tatkala umur tanaman mencapai 49 bulan dan sudah bisa dipanen, disaat itu pula cicilan muncul maka uang untuk membayar cicilan kredit sudah siap. “Mereka telah mencadangkan untuk tabungan replanting sebanyak 35% dari hasil jual TBS, sehingga cukup untuk membayar kredit dari perbankan, bahkan masih ada sisa sekitar Rp 1-1,2 juta,” katanya.
Untuk itu program peremajaan sawit plasma mitra perusahaan akan terus dilakukan, lantaran perkebunan kelapa sawit milik petani telah memasuki masa umur teknisnya. Maka itu masih merujuk informasi dari perusahaan, pada tahun 2021 target peremajaan sawit plasma mitra Asian Agri diperkirakan mencapai 1.830 ha, dimana seluas 246 ha dilakukan di plasma Buatan, sekitar 918 ha di wilayah plasma Ukui, dan sebanyak 666 ha berlokasi di kebun plasma wilayah Jambi. (T2)







