Berita Lintas
sawitbaik

Pemerintah Amerika Serikat Dukung Peningkatan Hak Pekerja Sawit



GAPKI dan Jejaringan Serikat Buruh Sawit (JAPBUSI), lakukan koordinasi tentang pekerja sawit.
Pemerintah Amerika Serikat Dukung Peningkatan Hak Pekerja Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA – Dalam sebuah wawancara khusus antara dua jurnalis AP (Associated Pers), dengan Ketua Bidang Ketenagakerjaan Gabungan Pengusaha Perkebunan Kelapa Sawit (GAPKI), Sumarjono Saragih, pekerja kelapa sawit di Indonesia memperoleh dukungan dari Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Dukungan itu berupa Proyke "Advancing Wokers Right in Indonesia Palm Oil". Kegiatan ini bakal didanai langsung Pemerintah AS melalui US Department of State, Bearau of Democracy, Human Rights and Labour (USDO DHRL).

Sebelumnya  kerjasama innternasional untuk pekerja sawit telah dilakukan oleh International Labour Organisation (ILO), dengan GAPKI dan Jejaringan Serikat Buruh Sawit (JAPBUSI), yang juga memperoleh didukung Pemerintah Indonesia dan lembaga lainnya.

Program ini telah berlangsung semenjak pertengahan 2019 dengan lama kegiatan selama 3 tahun. Kegiatan itu diantaranya meliputi Capacity building serikat buruh, pelatihan dan peningkatan kondisi kerja menjadi fokus utama. “Melalui proyek ini diharapkan kondisi kerja berkembang lebih baik. Buruh pun menjadi mitra bipartit yang produktif. Dengan demikian wajah sawit Indonesia semakin baik, berkelanjutan dan berdaya saing,” kata Sumarjono, kepada InfoSAWIT, lewat layanan Whatsapp belum lama ini.

Lebih lanjut tutur Sumarjono, dirinya membantah dan menjelaskan beberapa isu buruh dan Hak Asasi Manusia (HAM). Sebagai korporasi, GAPKI dan anggotanya melakukan kegiatan bisnis sesuai dengan hukum Indonesia. Diawasi pemerintah dengan hukum peraturan yang berlapis dan bertingkat.

“Sangat tidak masuk akal tuduhan eksploitasi buruh dan mempekerjakan anak. Itu adalah perbuatan melanggar hukum yang bisa berujung penjara. Dan pekerjaan di sawit relatif berat, jadi tidak mungkin mampu dilakukan anak-anak,” katanya.

Pada saat yang sama, melalui berbagai kegiatan, GAPKI juga aktif  mendorong, membagikan dan mempromosikan praktik baik kepada seluruh rantai pasok, yakni petani dan perusahaan bukan anggota GAPKI, diantaranya program sawit ramah anak dan kesadaran K3.

Untuk diketahui, selama pandemi covid-19 sawit terbukti tangguh dan menopang ekonomi nasional. Nyaris tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan tetap menerapkan protokol ketat guna mencegah sebaran Covid-19.

“Namun tudingan dan diskriminasi sawit masih terus bermunculan. Oleh karena itu, upaya peningkatan di berbagai aspek harus terus diupayakan untuk menutup celah tuduhan. GAPKI juga mendorong dan membantu anggota mendapatkan sertifikasi ISPO. Target kita 100% anggota di akhir 2020,” tandas dia. (T2)