JAKARTA – Menurunnya harga minyak kelapa sawit (CPO) dalam beberapa bulan terakhir, menurut Direktur Jendral Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, Partogi Pangaribuan, bakal kembali pulih.
Meskipun India, yang merupakan negara tujuan ekspor CPO saat ini lebih tertarik kepada bahan minyak nabati lainnya yakni kedelai. Namun katanya stok kedelai ada batasnya, sehingga penggunaan CPO kembali meningkat, ditambah memang kebutuhan masyarakat global yang tinggi akan minyak nabati. “CPO naik lagi itu pasti. Karena tidak seterusnya pasokan dari kedelai saja,” ujarnya di Jakarta, Selasa (6/1/2015).
Selain itu turunnya harga minyak mentah global yang turut mempengaruhi harga CPO bisa diatasi dengan menggenjot penyerapan biodiesel (B10) yang menjadi mandatori, bahkan tahun 2018 ditargetkan penggunaan CPO sebagai campuran solar sebesar 20% (B20).
Sementara itu Partogi juga berharap, agar Indonesia tidak lagi ekspor sawit dalam bentuk mentah (CPO), tetapi juga harus dalam bentuk produk jadi seperti energi dan lainnya. (T3)










