PETALING JAYA – Pembebasan pajak ekspor minyak sawit mentah (CPO) yang diterapkan pemerintah Malaysia hingga bulan Februari mendatangkan kerugian tersendiri bagi perusahaan penyuling minyak sawit.
Chief executive officer Palm Oil Refiners Association of Malaysia (Poram), Mohammad Jaaffar Ahmad, mengatakan bahwa banyak perusahaan penyulingan minyak sawit mengalami margin negatif, terutama “Ketika nol persen bea keluar CPO dinyatakan di Malaysia dan Indonesia," katanya kepada StarBiz, Senin (5/1/2015).
Ia mengungkapkan, margin yang buruk telah terjadi tiga sampai empat bulan lalu, dan diperkirakan akan terus berlanjut pada kuartal pertama tahun 2015 jika harga CPO masih anjlok dan permintaan tidak meningkat cepat. (T3)










