InfoSAWIT, JAKARTA - Rantai pasokan berkelanjutan yang menjadi komitmen Cargill, melibatkan seluruh rantai pasokan Cargill dan membutuhkan upaya yang konsisten serta fokus dalam mencapai keberhasilan berkelanjutan. Strategi yang dilakukan Cargill selama 5 tahun ke depan juga berfokus kepada keberlanjutan yang terus meluas, seperti memastikan kepatuhan, mengatasi kebocoran, mendukung petani plasma, berkolaborasi dengan mitra kerja, melindungi Hak Azasi Manusia, bekerja sama dengan pemerintah dan meningkatkan transparansi kepada publik.
Memastikan kepatuhan, Cargill bekerja sama dengan pemasok langsung untuk memverifikasi kepatuhan mereka terhadap kebijakan Cargill dan terus mendukung mereka yang belum mencapai tonggak sejarah ini untuk bertanggung jawab dalam rencana kerja mereka.
Dalam tulisan di Majalah InfoSAWIT edisi Juli 2020, Cargill akan bekerja sama dengan mereka untuk memfasilitasi keterlibatan rantai pasokan mereka secara lebih baik untuk mendorong transformasi, khususnya di tingkat pedagang tandan buah segar dan petani plasma, melalui peralatan dan pelatihan. Cargill juga akan memasukkan pemasok ke dalam proses pengaduan, jika mereka tidak membuat kemajuan yang signifikan terhadap pencapaian dalam rencana mereka.
Mengatasi kebocoran, Cargill bertujuan mengatasi “kebocoran pasar” melalui kerja sama kembali dengan para pemasok yang ditangguhkan jika memungkinkan untuk mencegah pertumbuhan praktik yang tidak berkelanjutan dan mendorong kemajuan dalam pengadaan sumber daya berkelanjutan melalui kolaborasi di Indonesia, Malaysia, India dan China.
Mendukung petani plasma, Cargill melakukan uji coba dan skala ‘model perlindungan produksi’ dengan petani plasma dan masyarakat untuk mencegah penggundulan hutan di luar konsesi dan memastikan peningkatan kesejahteraan. (T1)
Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT Cetak Edisi Juli 2020







