Berita Lintas
sawitbaik

Impor Minyak Sawit Diperkirakan Meningkat di India, Sementara Eropa Hadapi Kendala



Impor Minyak Sawit Diperkirakan Meningkat di India, Sementara Eropa Hadapi Kendala

InfoSAWIT, JAKARTA - Impor minyak sawit India juga diperkirakan akan meningkat, lantaran akan dilakukannya Festival Diwali. Namun demikian ada pula kekhawatiran atas rencana pemerintah India yang akan menaikkan bea impor atas minyak nabati. Langkah ini dilakukan untuk membantu petani meningkatkan pasokan lokal karena negara tersebut berupaya untuk menjadi mandiri dalam minyak nabati.

Sementara untuk pasar minyak sawit di Uni Eropa diperkirakan akan terus menghadapi beragam tantangan, lantaran adanya upaya penghentian penggunaan biodiesel berbasis minyak sawit pada 2030 menyusul terbitnya kebijakan Renewable Energy Directived (RED) II (baca Laporan Fokus Majalah InfoSAWIT edisi Oktober 2019), serta adanya rencana penetapan standar keamanan pangan untuk membatasi kontaminen dari minyak sawit. (baca Laporan Fokus Majalah InfoSAWIT edisi Maret 2020).

Jumlah minyak sawit yang digunakan untuk campuran biodiesel tercatat meningkat 7% dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama, sementara minyak sawit untuk penggunaan pada sektor makanan turun secara signifikan. Ini terjadi lantaran adanya kasus pandemi yang telah membatasi aktivitas dan akhirnya memangkas konsumi makanan berbasis minyak sawit.

“Impor biodiesel berbasis kelapa sawit tercatat mulai menurun (terutama dari Indonesia) karena dampak dari pengajuan Uni Eropa terkait tarif antidumping. Lantas akibat pandemi Covid-19, pada akhirnya memaksa tingkat konsumsi dalam industri makanan pun di Uni Eropa menurun,” catat Catat Senior Analyst Refinitiv Agriculture Research, Kian Pang Tan, PhD. (T2)

Terbit pada majalah InfoSAWIT Edisi Agustus 2020

Lebih lengkap cek di: http://store.infosawit.com/