InfoSAWIT, JAKARTA - Sebagai primadona minyak nabati global, minyak sawit kian dikenal luas masyarakat dunia. Terlebih Green Campaign yang banyak dilakukan LSM global, secara nyata juga turut mempopulerkan keberadaan minyak sawit. Sebab itu, minyak sawit banyak dikenal luas masyarakat, kendati berbagai paradigma turut menyertai keberadaannya.
Paradigma negatif yang banyak disuarakan LSM, cenderung beralih menjadi kampanye hitam yang hanya bertujuan memboikot penggunaan minyak sawit. Namun, kampanye hitam yang dilakukan LSM cenderung gagal dalam mempengaruhi opini masyarakat luas. Lantaran, berbagai informasi berimbang, sudah banyak tersedia dan mudah dibaca masyarakat.
Terlebih masa pandemi covid 19 saat ini, sebagian besar masyarakat bisa cepat mengakses informasi dari sumber yang kredibel dan terpercaya. Banyak kampanye hitam yang kemudian gagal, lantaran mendapatkan perlawanan dari suara masyarakat sendiri, yang sudah memiliki pemahaman baik dan benar mengenai minyak sawit.
Konsumsi masyarakat global akan minyak sawit, menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian di masa pendemi covid 19, juga menjadi salah satu penyebab bertumbuhnya permintaan pasar global. Working From Home (WFH) menjadi salah satu kegiatan utama pekerjaan yang banyak dilakukan dewasa ini. Alhasil, penggunaan minyak makananpun meningkat, lantaran banyak orang yang bekerja dirumah dan memilih memasak sendiri makanannya.
Bertumbuhnya konsumsi masyarakat di masa pendemi Covid19 menjadi gambaran kuat akan pentingnya keberadaan minyak sawit bagi masyarakat luas. Sebab itu, kampanye hitam akan langsung berhadapan dengan masyarakat luas yang membutuhkan adanya minyak sawit.
Mengutip seorang filsuf terkenal, Socrates yang mengatakan bahwa kami berdiskusi bukanlah masalah kecil, tapi bagaimana kami harus hidup. Itulah minyak sawit berkelanjutan Indonesia. (Editorial Majalah InfoSAWIT Edisi September 2020)







