Berita Lintas
sawitbaik

Cargill Hasilkan Minyak Sawit Berkelanjutan



Cargill Hasilkan Minyak Sawit Berkelanjutan

InfoSAWIT, JAKARTA - Sebagai salah satu pemain bisnis minyak nabati, komitmen Cargill akan keberlanjutan sudah sejak lama dilakukan. Melalui keberadaan bisnisnya, yang beroperasi di banyak negara, Cargill memiliki operasi bisnis yang selalu mengutamakan keberlanjutan sebagai komitmen utama bisnisnya.

“Di Cargill, keberlanjutan tertanam dalam cara kami beroperasi karena hal ini penting untuk masa depan bisnis kami. Seperti yang Anda ketahui, kami bergerak dalam bisnis penyediaan makanan, produk-produk pertanian, keuangan dan produk-produk serta layanan bagi industri, dan hal ini artinya kami harus memiliki rantai pasokan yang berkelanjutan. Perubahan iklim, penggunaan lahan, air, kesehatan tanah dan kemakmuran petani secara khusus dapat berdampak signifikan pada rantai pasokan kami - apakah itu volatilitas harga karena cuaca atau minat petani untuk terus bertani,” ujar Direktur Sustainability, Cargill Agricultural Supply Chain, Asia Pasifik, Alexandra Experton, kepada InfoSAWIT via Email, belum lama ini.

Grup Cargill juga memiliki komitmen akan keberlanjutan petani kelapa sawit. Sebagai pemain bisnis perkebunan kelapa sawit, Grup Cargill juga memiliki perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Indonesia. Sebab itu, Grup Cargill juga konsen akan meningkatkan kesejahteraan petani merupakan salah satu prioritas Cargill.

“Kami memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang berbagai tantangan dan bagaimana mereka dapat mengatasi tantangan ini. Hal ini juga berarti berkolaborasi dengan industri dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengidentifikasi solusi yang tepat dan bermanfaat bagi petani plasma untuk mencegah deforestasi sekaligus memastikan mereka terus menjadi pelaku bisnis yang sukses,” tandasnya, lebih lanjut, ”Perhatian terbesar saya adalah, bagaimana kita dapat mencapai keseimbangan yang baik antara konservasi dan mendukung mata pencaharian petani plasma karena hal ini membutuhkan kerja sama”.

Komitmen utama Cargill akan berkelanjutan di dunia, juga dilakukan di Indonesia. Dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit, Grup Cargill terus memperkokoh komitmen Perusahaan  terhadap keberlanjutan. Sejak 6 tahun lalu, dengan menerbitkan kebijakan dan rencana aksi “No Deforestation, No Peat and No Exploitation” (NDPE), untuk membangun rantai pasokan minyak sawit yang berkelanjutan dan dapat ditelusuri.

Ini adalah hasil dari ekspektasi pemangku kepentingan yang berkembang tentang apa arti ‘keberlanjutan’ dalam praktiknya, terutama yang terkait dengan penggunaan lahan dan hak asasi manusia. Kolaborasi adalah kunci untuk mencapai hal ini, dan  merupakan hal penting dalam kemajuan yang dibuat hingga saat ini. Selain itu, kami juga menyadari pentingnya investasi berkelanjutan untuk memastikan kami memiliki sistem dan proses yang kokoh yang memberikan konsistensi dan transparansi dalam cara kami bekerja untuk mencapai tujuan tersebut.

Cargill berupaya mengeliminasi deforestasi di seluruh konsesi kelapa sawit komersial dalam rantai pasokan pihak ketiga perusahaan pada akhir tahun 2020. Kami melakukan berbagai inisiatif untuk mencapai hal ini, termasuk mengumpulkan data ketertelusuran, membangun kapasitas pemasok, memantau, dan memanfaatkan proses pengaduan kami jika deforestasi  teridentifikasi.

“Kami telah mencapai 100% ketertelusuran ke pabrik dan 50% ketertelusuran ke perkebunan. Kami percaya bahwa transparansi dan kemampu telusuran sangat penting untuk rantai pasokan kami, tidak hanya untuk mengidentifikasi tantangan yang memerlukan solusi, tetapi juga untuk benar-benar memverifikasi kepatuhan pemasok dan mitra kami,” jelas Alex. (T1)

Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT Edisi September 2020

http://store.infosawit.com/