InfoSAWIT, JAKARTA – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), di tahun 2021 telah menyiapkan belanja modal (capital expanditur/Capex) sebesar Rp 300 miliar. Anggaran tersebut lebih kecil dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 530 miliar.
Diungkapkan CFO SSMS, Hartono, dari belanja modal tersebut sekitar 85% digunakan untuk program non-planting, diantaranya untuk membiayai infrastruktur dan biaya perawatan pabrik kelapa sawit, perawatan perkebunan kelapa sawit dan pemupukan.
“Sekitar 15% untuk program planting, karena merupakan program jangka panjang yang tidak berhenti. Program penanaman kembali sangat kecil karena rata-rata usia pohon SSMS masih muda yaitu 11 tahun pada tahun 2020, sehingga dapat menekan jumlah belanja modal Perusahaan,” katanya dalam informasi yang didapat InfoSAWIT, belum lama ini.
Lebih lanjut kata Hartono, tahun ini diakunya produksi cukup terganggu karena adanya La Nina, namun kondisi tersebut bisa diantisipasi dengan mempersiapkan infrastruktur yang ada di perkebunan dan pemupukan, hampir seluruh perkebunan SSMS terletak di sepanjang jalan raya trans Kalimantan, sehingga pembiayaan dapat dikontrol.
Sebagai informasi produksi Palm Kernel SSMS menghasilkan 61.610 ton dan produksi Palm Kernel Oil (PKO) sebanyak 16.541 ton, naik 0,9% dan 18% dari periode yang sama tahun 2019.
“Total produksi Tandan Buah Segar (FFB) sawit sepanjang 2020 hingga kuartal ketiga mengalami kenaikan sekitar 3%, dari 1.117.769 ton tahun 2019 menjadi 1.150.941 ton di tahun 2020 pada periode yang sama,” tandas dia. (T2)







