Serangan hama atau penyakit membuat tanaman kelapa sawit tidak berproduksi secara maksimal. Bahkan bisa saja tanaman terancam binasa. Sebab itu sebaiknya mengenal dengan baik hama dan penyakit yang kerap mengancam tanaman kelapa sawit.
Kendati relatif mudah dalam membudidayakan tanaman kelapa sawit, namun perlu juga memerhatikan proses budidaya kelapa sawit yang sesuai dengan Best Agricultiral Practices (BAP).
Lantaran, seperti pada umumnya tanaman, kelapa sawit pun rentan terserang hama dan penyakit. Nah, bila tidak segera ditanggulangi maka bakal menimbulkan kerugian besar, lantaran tanaman kelapa sawit bakal menghasilkan produktivitas rendah, bahkan bisa saja tanaman sawit terancam binasa.
Bila kondisinya sudah demikian, maka kebun sawit yang digadang bakal menghasilkan banyak fulus, malah bikin harapan kantong tebal pun pupus. Ujung-ujungnya petani bakal menghadapi kerugian besar.
Mengenal hama dan penyakit kelapa sawit sejak dini, bisa membantu petani kelapa sawit terhindar dari ancaman kerugian. Menurut Djoehana Setyamidjaja yang terangkum dalam buku Kelapa Sawit, terbitan Kanisius mencatat, tanaman kelapa sawit bisa terancam berbagai hama dan penyakit dari semenjak di pembibitan sampai di areal perkebunan kelapa sawit.
Sebab itu dibutuhkan pengendalian yang maksimal, Djoehana mencatat, pengendalian hama dan penyakit bisa dilakukan secara manual, kimia maupun biologis sesuai dengan hama atau penyakit yang menyerang.
Hama dan Penyakit di Pembibitan
Tanaman sawit yang masih dalam proses pembibitan rentan terserang berbagai hama dan penyakit. Biasanya dalam masa pembibitan pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan cara kimiawi.
Upaya pengendalian lainnya yang tak kalah penting ialah menciptakan kondisi yang bersih, menghindari masuknya sumber infeksi, serta memelihara bibit supaya bisa tumbuh dengan maksimal.
Biasanya hama yang menyerang kelapa sawit pada proses pembibitan ialah kutu (aphids), spider mites, apogonia sp, belalang, jangkerik, keong, tikus dan ulat api. Sementara penyakit yang biasa menyerang tanaman sawit dikala proses pembibitan diantaranya, Anthracnose, Curvularia/Helminthos Porium, dan Phytophthora.
Anthracnose adalah sejenis penyakit infeksi pada daun bibit muda yang disebabkan oleh tiga jenis jamur, yaitu jamur Botrydiplodia sp, Glomerella spp, dan Melan Conium spp.
Jamur Botrydiplodia sp menyebabkan tepi daun mati dan menyerang batang bibit, alhasil menyebabkan kematian pada bibit. Jamur Glomerella spp menyerang epidermis daun dan menjadi infeksi sekunder, sementara jamur Melan Conium spp bisa menimbulkan bercak-bercak pada daun.
Pengendalian jenis jamur Anthracnose, perlu dilakukan secara cepat. Lantaran mudah menyebar di dalam areal pembibitan. Kemungkinan itu terjadi lantaran penyebaran jamur ini akibat kelembapan yang tinggi
Hama dan Penyakit di Penanaman
Selain di pembibitan, hama dan penyakit juga bisa mengancam tanaman kelapa sawit di areal perkebunan. Biasanya hama dan penyakit itu menyerang akar, daun, pupus dan buah kelapa sawit.
Menurut Suyatno Risza, dalam buku Kelapa Sawit, untuk Peningkatan Produktivitas terbitan Kanisius mencatat, hama yang menyerang bibit sawit di tanaman yang belum menghasilkan (TBM), dan ditanaman yang menghasilkan (TM) tidak selalu sama, termasuk hama-hama yang menyerang kelapa sawit di wilayah pengembangan bakal berbeda-beda.
Kata Suyatno, ada hama yang. . .










