Berita Lintas
sawitbaik

MEREKA PARA JURAGAN SAWIT



MEREKA PARA JURAGAN SAWIT

Kendati harga minyak sawit mentah (CPO) tidak sekinclong tahun-tahun sebelumnya. Tidak lantas membuat para pemilik modal melepas bisnis kelapa sawitnya. Terbukti dari sederet orang terkaya di Indonesia, masih menjadikan sektor sawit lumbung pendapatan.

Melempemnya harga CPO dunia, yang dibarengi dengan melorotnya harga minyak mentah dunia. Telah menurunkan daya saing industri kelapa sawit nasional. Namun dengan adanya pelemahan mata uang rupiah terhadap dollar belakangan ini, sedikit membantu bisnis si emas licin tersebut.

Lantas bagaimana bisnis sawit di 2015? Sepanjang tahun 2015 diprediksi harga CPO masih tidak jauh berbeda seperti di 2014. Menurut penuturan Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun, kondisi demikian dipengaruhi oleh terus merosotnya harga minyak mentah di dunia.

Walaupun potensi harga CPO di 2015 masih tetap ada, namun peningkatannya tidak bakal signifikan. Lantaran imbas harga minyak mentah dunia yang diprediksi bakal stagnan, atau malah merosot.

Tutur Derom, lima tahun silam harga minyak mentah bisa mencapai US$ 125 per barrel, kini harganya merosot menjadi US$ 70 per barrel. Demikian juga harga CPO, sebelumnya mencapai US$ 1000 per ton, kini kondisinya anjlok menjadi sekitar US$ 700 per ton. “Belakangan malah menyentuh US$ 680 per ton,” tutur Derom, belum lama ini di Jakarta.

Bila kondisinya demikan tentu saja harga CPO bakal terus tertekan, ini diakibatkan banyak para konsumen biodiesel di duia menghendaki harga CPO turun, alasanya harga minyak mentah lagi anjlok. Bila tidak menurunkan harga, para konsumen biodiesel tidak mau membeli. Sebab itu, kemungkinan terjadinya peningkatan harga CPO di 2015 masih sangat kecil, bila harga minyak mentah masih terus melemah sampai akhir tahun.

Sementara James Fry dari LMC Internasional memprediksi  . . .

 

Langsung baca para juragan sawit :

R. BUDI & MICHAEL HARTONO DARI TEMBAKAU SAMPAI SAWIT