Seolah tak mau ketinggalan, Gudang Garam pun nyemplung ke bisnis sawit lewat bendera Makin Group. Dengan sebaran kebun di empat provinsi, pemilik modal yang masuk peringkat dua terkaya di Indonesia, menggebrak industri sawit nasional.
Diposisi kedua orang terkaya di Indonesia dan memiliki bisnis perkebunan kelapa sawit ialah Susilo Wonowidjodjo, anak ketiga dari Surya Wonowidjodjo. Susilo lahir di Kediri, Jawa Timur dengan nama lahir Cai Daoping. Ia meneruskan usaha rokok ayahnya, Gudang Garam. Namun, dalam perjalanannya dirinya mencoba memulai bisnis diluar rokok, salah satunya di sektor perkebunan kelapa sawit. Dibawah bendera PT Matahari Kahuripan (Makin Group), Susilo mewarnai persaingan bisnis sawit di Indonesia.
Selain kelapa sawit, Makin Group juga memiliki anak perusahaan di komoditas Cengkeh, salah satunya PT Kawanua Kahuripan Pantera yang didirikan tahun 2002 berlokasi di Base Camp Pinolosian, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
Sampai tahun 2013 lalu, luas areal perkebunan kelapa sawit Makin Group diperkirakan mencapai 140 ribu ha, yang terdiri dari 88% tanaman menghasilkan (TM) dan sekitar 12% merupakan tanaman belum menghasilkan (TBM). Perkebunan kelapa sawit milik Gudang Garam itu berlokasi di Kalimantan Tengah, Jambi dan Sumatera Selatan.
Merujuk informasi dari Dinas Perkebunan (Disbun) Kalimantan Tengah, berdasarkan Ijin Usaha Perkebunan (IUP) yang dikeluarkan tahun 2006 silam, anak usaha Makin Group yang beroperasi di Kalimantan Tengah diantaranya, PT Antang Ganda Utama (PT.AGU) yang berlokasi di Kabupaten Barito Utara, dengan luas lahan 30.000 ha. PT Mata Andau Sawit Kahuripan (MASK) di Kabupaten Barito Selatan dengan luas lahan 20.000 ha.
Sedangkan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng ada . . .
Langsung baca para juragan :










