Berita Lintas
sawitbaik

Laba DSNG Naik 168%, Didorong Pulihnya Produksi Q4-2020 & Harga CPO Tinggi



Laba DSNG Naik 168%, Didorong Pulihnya Produksi Q4-2020 & Harga CPO Tinggi

InfoSAWIT, JAKARTA – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (“Perseroan”, “DSNG”) membukukan laba tahun 2020 sebesar Rp 478 miliar, naik 168% dibandingkan laba tahun 2019, menyusul kenaikan harga rata-rata CPO Perseroan pada tahun 2020 lalu.

DSNG belum lama ini merilis Laporan Keuangan Konsolidasian yang diaudit untuk periode 31 Desember 2020. Pada tahun 2020, DSNG memperoleh total penjualan sebesar Rp 6,7 triliun, naik 17% dibandingkan tahun 2019. Dari total penjualan tersebut, penjualan dari segmen kelapa sawit mencapai Rp 5,7 triliun atau naik 20% dibandingkan 2019.

Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo mengatakan, penurunan tajam produksi Tandan Buah Segar (TBS) Sawit pada kuartal III tahun 2020 di hampir seluruh wilayah Malaysia dan Indonesia, tidak terkecuali di wilayah operasi Perseroan di Kalimantan, merupakan dampak dari rendahnya curah hujan yang disebabkan oleh El-Nino yang terjadi di tahun 2019, sehingga mendorong kenaikan harga CPO yang signifikan di tahun 2020 hingga mencapai harga tertinggi dalam 8 tahun terakhir. Namun, produksi TBS Perseroan telah pulih pada kuartal IV 2020 mendekati tingkat produksi di kuartal IV tahun 2019 dan 51% lebih tinggi dibandingkan produksi di kuartal III tahun 2020.

“Harga rata-rata CPO DSNG tahun 2020 mencapai Rp 8,1 juta per ton, naik 26% dibandingkan harga rata- rata CPO tahun 2019 sebesar Rp 6,5 juta per ton.  Kenaikan harga CPO telah mendorong peningkatan marjin operasional,“ kata Andrianto Oetomo dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT.

Selain itu, menurut Andrianto Oetomo, kenaikan laba yang signifikan juga merupakan kontribusi dari turunnya biaya keuangan Perseroan, dampak dari konversi sebagian hutang Perseroan ke mata uang dollar Amerika Serikat pada bulan April dan Mei 2020 yang lalu.

Pada tahun ini, DSNG memperoleh EBITDA sebesar Rp 1,65 triliun, atau bertambah Rp 338 miliar dibandingkan EBITDA tahun 2019 yang sebagian besar merupakan kontribusi dari segmen usaha kelapa sawit

Peningkatan laba di tahun 2020 menghasilkan jumlah kas yang cukup besar sehingga meningkatkan kemampuan Perseroan dalam membayar kembali pinjamannya, terbukti dengan Net Debt Service Coverage Ratio (DSCR) tahun 2020 sebesar 1,4 kali yang lebih besar dibandingkan tahun 2019 sebesar 1,1 kali.

Selain itu, proporsi hutang terhadap ekuitas (Net Debt to Equity ratio atau DER) juga turun signifikan dari 1,7 kali di tahun 2019 menjadi 0.9 kali pada tahun 2020, sebagai akibat dari peningkatan ekuitas karena adanya surplus revaluasi atas aset tanah pada akhir tahun 2020. (T2)