InfoSAWIT, JAKARTA – Merujuk laporan dari perusahaan Pada tahun 2020, produksi CPO DSNG mencapai 637 ribu ton, atau tercatat naik 4% dibandingkan tahun 2019 sebesar 610 ribu ton. Kenaikan produksi CPO tersebut dapat dicapai dengan tambahan buah Tanan Buah Segar (TBS) Sawit yang dibeli dari pihak eksternal, seiring dengan tambahan kapasitas pabrik dari PKS baru dan tambahan lini baru sejak kuartal IV 2019, sekaligus untuk mengisi kekurangan TBS dari kebun inti yang turun 10% sebagai imbas dari El-Nino di tahun 2019.
Dibandingkan volume penjualan CPO DSNG pada tahun 2019 sebesar 666 ribu ton, volume penjualan pada tahun 2020 turun 4% menjadi 640 ribu ton. Namun, di dalam volume penjualan 2019 tersebut terkandung sejumlah stok CPO yang berasal dari tahun 2018, sehingga apabila stok CPO tahun 2018 dikecualikan, maka volume penjualan tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 4%.
Dikatakan Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, pada tahun 2021 DSNG akan mengalokasikan biaya modal sebesar Rp 1 triliun, yang berasal dari dana internal dan pinjaman bank. Biaya modal tersebut akan digunakan untuk penyelesaian pembangunan 2 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah dengan tambahan kapasitas 105 ton TBS per jam, dan diperkirakan akan beroperasi pada kuartal IV tahun 2021.
“Selain itu, biaya modal juga akan digunakan untuk pembangunan fasilitas Bio-CNG Plant kedua di Kalimantan Timur dengan memanfaatkan limbah cair (POME) dari 2 PKS dengan kapasitas produksi 120 ton TBS per jam, yang pembangunannya akan dimulai pada akhir Maret 2021 dan diharapkan selesai pada tahun 2022,” tandas dia dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT. (T2)










