Berita Lintas
sawitbaik

PT SMM Berikan Premium Minyak Sawit Berkelanjutan Untuk Petani Mitra



PT SMM Berikan Premium Minyak Sawit Berkelanjutan Untuk Petani Mitra

JAKARTA - Perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM), merupakan salah satu anak perusahaan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) yang berlokasi di pulau Belitung pada akhir tahun 2020 lalu menyerahkan pembagian harga premium minyak sawit berkelanjutan untuk petani kemitraan.

Pada acara penyerahan premi tersebut, SMM memberikan premi sebanyak Rp 19.677.149 untuk tiga koperasi yaitu Koperasi Mitra Lestari (KML) sebesar Rp 6.806.172, Koperasi Mitra Anugrah (KMA) sebanyak Rp 4.954.146, dan Koperasi Sambar Jaya Makmur (KJSM) sejumlah Rp 7.916.831.

Guna memperoleh sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dimulai dengan kesiapan seluruh dokumen administratif dan legalitas secara lengkap. Sebelum ditanam atas areal tersebut telah melalui proses NPP (New Planting Procedure) RSPO. Areal yang diusulkan sertifikasi harus juga dapat dibuktikan bahwa koperasi tersebut telah memiliki pengelolaan yang berkesinambungan seperti aspek K3 (Keamanan, Kesehatan dan keselamatan), lingkungan, legalitas, sosial dan lainnya. Setelah proses tersebut sudah terpenuhi, maka areal tersebut sudah dapat disertifikasi. Setelah diperoleh sertifikat RSPO, pemberian harga premium diperhitungkan secara akumulatif dan diberikan pada periode pembukuan tahun berikutnya.

“Tandan Buah Segar (TBS) yang dihasilkan oleh petani kemitraan dikirim ke Pabrik Kelapa Sawit milik SMM untuk diolah untuk menjadi produk Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK). Produk tersebut nantinya akan dijual dan ditawarkan ke pasar dengan label CPO dan PK bersertifikasi RSPO. Ketika produk tersebut telah terjual maka CPO dan PK yang dijual berhak mendapatkan harga premium. Selain penjualan fisik, mekanisme mendapatkan harga premium melalui online trading melalui website yang telah ditetapkan RSPO, yaitu palmtrace. Harga premium tidak bisa ditetapkan secara baku dikarenakan hal ini dipengaruhi oleh pasar global,” papar General Manager SMM, Juli Wankara Purba, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT.

Sampai dengan saat ini, SMM telah menaungi delapan kelembagaan smallholders yang terdiri atas tujuh koperasi dan satu Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Tercatat ada sejumlah 519 petani anggota koperasi kemitraan, dimana 110 petani di antaranya telah mendapatkan harga premium. Total areal kebun kemitraan yang dibina SMM adalah 859,67 Ha dengan luas 169,5 Ha yang sudah mendapatkan sertifikat RSPO, sedangkan seluas 430 Ha dalam proses pengusulan dan seluas 260,17 Ha sedang dalam persiapan. (T2)

Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT Edisi Januari 2021

Baca di : http://store.infosawit.com/