Berita Lintas
sawitbaik

Perusahaan Sawit pun Terapkan Praktik Perlindungan Lingkungan



Perusahaan Sawit pun Terapkan Praktik Perlindungan Lingkungan

InfoSAWIT, JAKARTA - Pola pengembangan perkebunan kelapa sawit yang mampu melakukan tanggung jawab pelestarian lingkungan hidup, biasanya dilakukan melalui berbagai kegiatan sosial untuk melestarikan alam sekitarnya, seperti menjaga keanekaragaman hayati, menjaga keberadaan sumber air, melestarikan satwa langka yang berada di sekitarnya, dan sebagainya.

Kemampuan perkebunan kelapa sawit menjaga kelestarian alam, bisa dilihat dari keberadaan perkebunan kelapa sawit yang mampu selaras dengan alam sekitarnya. Pasalnya, penerapan peraturan Antisipasi Dampak Lingkungan (AMDAL) yang telah diterapkan pemerintah, turut mengawal setiap dilakukan pembukaan perkebunan kelapa sawit.

Bila terdapat keanekaragaman hayati disuatu wilayah yang masuk areal perizinan pembukaan lahan, biasanya direkomendasikan untuk tidak dilakukan pembukaan lahan. Areal lahan yang telah teridentifikasi mengandung nilai konservasi tinggi tersebut, akan direkomendasikan sebagai areal konservasi yang harus dilindungi perusahaan bersama Pemerintah Daerah (Pemda).

Wajar, bila kemudian di perkebunan kelapa sawit, akan mudah ditemui areal konservasi lingkungan yang tidak boleh dilakukan pembukaan lahan, karena mengandung nilai konservasi tinggi. Keberadaan areal bernilai konservasi tinggi tersebut, senantiasa dijaga bersama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berfokus kepada kegiatan lingkungan serta masyarakat sekitar.

Perusahaan perkebunan kelapa sawit milik swasta, biasanya memiliki kebijakan keberlanjutan yang juga berfokus kepada lingkungan. Seperti yang telah dilakukan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., melalui informasi terbuka kepada masyarakat luas, dimana keberadaan kebijakan keberlanjutan, senantiasa menjadi kebutuhan perusahaan dalam mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Kebijakan perusahaan dalam melakukan aksi korporasinya, senantiasa berpegang teguh prinsip 3P yaitu Profit, People dan Planet. Keberadaan prinsip tersebut, diyakini perusahaan akan selalu meningkatkan keuntungan bagi usaha perkebunan milik perusahaan. Keuntungan yang didapat tersebut, juga dapat disalurkan kepada masyarakat luas dan senantiasa menjaga kelestarian alam sekitarnya (Baca: Majalah InfoSAWIT edisi Desember 2017).

Melestarikan lingkungan alam sekitarnya, juga dapat dilakukan perusahaan perkebunan melalui pengurangan penggunaan pupuk kimia dan berbahaya. Dimana, penggunaan pupuk organik dapat menjadi pilihan utama supaya ramah terhadap lingkungan. Sehingga, keberadaan perkebunan kelapa sawit senantiasa juga terjaga dan terus meningkat produktivitas hasil panennya. (T1)