Berita Lintas
sawitbaik

Pasokan Biodiesel Sawit Bakal Libatkan Petani dengan Teknologi yang Mudah



Pasokan Biodiesel Sawit Bakal Libatkan Petani dengan Teknologi yang Mudah

InfoSAWIT, JAKARTA – Badan Pengelola Dana Perkebnan Kelapa Sawot ( BDP-KS) memproyeksi produksi minyak sawit mentah (CPO) dan stok tahun 2021-2025 akan mencapai 52,30 Juta ton – 57,61 Juta ton, rata-rata naik sebesar 4% per tahun. Sementara kebutuhan Biodiesel untuk program B30 tahun 2021-2025 diperkirakan sebesar 8,34 Juta ton sampai 9,66 Juta ton atau setara 8.85 Juta KL sampai 11.65 Juta KL, dengan  rata-rata naik sebesar 5% per tahun.

Dengan konsumsi domestik yang stagnan (minyak goreng dan produk oleokimia), Indonesia memerlukan produk hilir yang mampu menyerap stok CPO yang tinggi di tahun-tahun mendatang, yang saat ini dapat ditingkatkan yaitu penggunaan sawit sebagai Energi Baru Terbarukan.

Kedepan, tutur Yusa, pihaknya akan mendorong Palm Oil for Renewable Energy: Next Program, yakni melibatkan petani dalam rantai pasok biodiesel sawit. Selain pengembangan biodiesel dengan teknologi esterifikasi yang menghasilkan Fatty Acid Methly Ester (FAME), juga sedang dikembangkan biodiesel berbasis hidrogenasi atau kerap disebut biohidrokarbon, yang bisa menghasilkan green diesel, green gasoline, dan green fuel jet (Avtur).

Pengembangan ini akan melibatkan petani dan akan menggunakan teknologi yang bisa diimplementasikan dengan skala tidak besar dan menguntungkan petani kelapa sawit. “Kita perlu mendorong program yang bermanfaat bagi petani yang memang membutuhkan,” kata Plt Kadiv Lembaga Kemasyarakatan Civil Society BPDPKS, Sulthan Muhammad Yusa, dalam FGD Sawit Berkelanjutan Vol 8, bertajuk “Peranan BPDPKS Mendorong Petani Kelapa Sawit Suplai Bahan Baku Biodiesel,” Kamis (10/6/2021) yang diselenggarakan InfoSAWIT, di Jakarta.

Saat ini pengembangan itu masuk dalam program Industrial Vegetable Oil (IVO), dimana pilot project yang dilakukan berada di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. “Program ini hasil kerjasama dengan Masyarakat Biohidrokarbon Indonesia (MBI), PT Kemurgi Indonesia dan Institut Teknologi Bandung (ITB),” tandas Yusa. (T2)