Berita Lintas
sawitbaik

Pentingnya Peran Audit di Perkebunan Kelapa Sawit



Pentingnya Peran Audit di Perkebunan Kelapa Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Dengan berkembangnya perusahaan perkebunan kelapa sawit, areal yang dikelola semakin luas yang berdampak kepada semakin banyak akivitas perusahaan, baik aktivitas pembibitan, pembukaan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, maupun panen dan produksi. Demikian juga aktivitas bagian-bagian yang mendukungnya juga meningkat seperti bagian keuangan, bagian pembelian, teknik, bagian tanaman, bagian legal, bagian kantor, bagian umum dan personalia, bagian keamanan.

Apalagi dengan terus bertambah banyak dan tersebar kebun kelapa sawit dibeberapa wilayah, manajemen senior atau pemilik tidak dapat lagi mengikuti jalannya kegiatan perusahaan sampai detail,  sehingga harus mendelegasikan wewenangnya untuk melaksanakan operasi dan prosedur yang telah ditetapkan.

Tetapi bersamaan dengan atau segera sesudah manajemen senior mendelegasikan wewenang dan tanggung-jawabnya, pada saat itu pula dirasakan suatu kebutuhan untuk senantiasa mengawasi pelaksanaan kegiatan dan hasil-hasil yang dicapai oleh para pelaksana tersebut. 

Untuk ini manajemen senior haruslah mengetahui kinerja operasi  dengan melaksanakan pengukuran. Salah satu kinerja usaha perkebunan kelapa sawit yang harus diukur adalah efisensi dan efektivitas. Pengukuran efisensi dan efektivitas adalah masalah pokok untuk memastikan perolehan laba yang dapat menjaga kelangsungan usaha.

Salah satu cara yang dapat ditempuh manajemen adalah dengan memberdayakan auditor internal dalam mengukur efisensi dan efektifitas setiap kegiatan atau operasi perusahaan. Hal ini juga sesuai dengan paradigma baru peran auditor internal sebagai konsultan.

Fungsi auditor internal semakin penting jika perusahaan perkebunan kelapa sawit semakin berkembang, di mana terdapat jarak pemisah yang semakin lebar antara pemilik perusahaan dengan para pelaksana (manajer kebun dan staf).

Dewasa ini perusahaan perkebunan kelapa sawit semakin mengandalkan peran auditor internal dalam mengembangkan dan menjaga efektifitas sistem pengendalian intern (semua tindakan yang dilakukan oleh manajemen, direksi, komisaris, ataupun pihak lain untuk mengelola risiko dan meningkatkan kemungkinan tercapainya sasaran dan tujuan yang ditetapkan), pengelolaan   risiko (suatu proses untuk mengidentifikasikan, mengasses, mengelola dan mengendalikan peristiwa atau situasi yang dapat menjadi risiko, untuk menambah kepastian tercapainya tujuan organisasi)  dan corporate governance (proses dan struktur yang digunakan oleh aparat organisasi untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap memerhatikan kepentingan stakeholders lainnya, berdasarkan peraturan dan nilai-nilai etika).

Audit intern bukan hanya sebagai pelengkap dalam organisasi, melainkan suatu fungsi yang dapat membantu unit operasi lainnya mencapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif.

Ditinjau dari unsur pengeluaran, tanaman kelapa sawit terdiri atas gaji/upah, kas, persediaan bahan penolong (material) dan alokasi dari kendaraan dan alat berat. (Tulisan ini merupakan makalah penulis untuk memperoleh sertifikasi QIA dengan perubahan seperlunya.)

Penulis: Maruli Pardamean, Penulis Buku/Praktisi Perkebunan Kelapa Sawit

Terbit pada majalah InfoSAWIT edisi September 2016

http://store.infosawit.com/