InfoSAWIT, SEKADAU - Serikat Petani Kelapa Sawit Kabupaten Sekadau (SPKS Sekadau) Kembali mengadakan pelatihan Koperasi. Kegiatan ini bertujuan agar kopearsi petani kelapa sawit bisa berfungsi dengan baik dalam melayani kebutuhan anggota.
Ketua SPKS Sekadau, Bernadus Mohtar mengatakan, pelatihan kelembagan koperasi ini di lakukan untuk 3 kopersi yang sudah di bentuk oleh SPKS, yakni koperasi Koperasi Tani Jaya Mandiri, Koperasi Persada Engkersik Lestari, dan Koperasi Piansak Mandiri koperasi. Dari ketiga koperasi ini beranggotakan petani kelapa sawit swadaya menacakup 100-200 petani setiap koperasi.
Pelatihan kelembagan koperasi ini diadakan selama 2 hari, dengan materi pelatihan di fokuskan pada dinamika kelompok untuk memperkuat kebersamaan dari masing-masing pengurus koperasi serta di Latihan untuk manajemen pengelolaan perencanan dan pengelolaan keuangan koperasi.
“Kita harapkan melalui pelatihan ini pengurus koperasi memiliki tambahan pengetahuan untuk mengelola koperasi-masing apalagi koperasi-koperasi in ikan baru jadi di butuhkan secara terus menerus pendampingan. Dalam pembentukan koperasi ini juga kita bekerjasama dengan dinas koperasi Sekadau agar selain dari SPKS juga ada pendampingan secara langsung dari pemerintah,” kata Bernadus Mohtar, dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, Rabu (30/6/2021).
Lebih lanjut Bernadus Mohtar mengungkapkan, koperasi ini juga membentuk kelembagaan Internal Control Sistem (ICS) yan dipersiapkan untuk mendukung penerapan skim sertifikasi minyak sawit berkelanjutan baik itu Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) atau Roundtable on sustainable Palm Oil (RSPO).
ICS sangat dibutuhkan koperasi, lantaran melalui ICS semua kebutuhan untuk sertifikasi bisa dipelajari termasuk persyaratan dan ketentuan-ketentuan sertifikasi sawit berkelanjutan. “Apalagi pada 2021 mendatang ISPO mulai diterapkan mandatoy kepada petani, mau tidak mau kita sebagai petani harus mulai mempersiapkan diri,” tandas Bernadus Mohtar. (T2)







