Berita Lintas
sawitbaik

Mengendalikan Hama Di Pembibitan Kelapa Sawit



Mengendalikan Hama Di Pembibitan Kelapa Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Dalam proses pembibitan ada beberapa hal yang patut diperhatikan, supaya proses pembibitan berjalan dengan baik, salah satunya ialah proses pemupukan dan pengendalian hama di masa pembibitan.

Dalam proses pembibitan penangan tanaman menjadi sangat penting semisal mesti tetap menjaga bibitan dari gulma. Penyiangan gulma dalam babybag pada pre nursery dilakukan dua minggu sekali secara manual, termasuk penambahan tanah dalam kantong bagi bibit-bibit yang terbuka berdasarkan bonggol akarnya dan bibit yang nampak doyong.

Menurut buku Petunjuk Teknis Penanganan Kecambah dan Pembibitan Kelapa Sawit, terbitan PT Socfin Indonesia, untuk gulma yang ada dalam polybag di main nursery sebaiknya dilakukan secara manual dan sebaliknya untuk gulma yang tumbuh diluar polybag dapat menggunakan herbisida dengan alat semprot yang dilengkapi dengan pelindung pada bagian nozzelnya guna menghindari terjadinya kabut herbisida, cara ini supaya herbisida mengenai bibit serta penyemprotan harus lebih rendah dari permukaan polybag.

Selain terus menjaga bibitan dari gulma, selanjutnya perlu juga dilakukan pengendalian hama dan penyakit pada saat pembibitan. Pemberantasan hama dan penyakit di pre nursery tidak dibenarkan menggunakan bahan kimia.

Biasanya hama dan penyakit yang menyerang pada pre nursery dan main nursery tercatat serupa.

Kerusakan pada pembibitan tentu saja membuat rugi petani atau pelaku perkebunan, berikut beberapa hama dan penyakit yang bisa saja timbul  dikala masa pembibitan:  Kecambah gagal tumbuh, kondisi  ini akibat kualitas tanah tidak baik, desinfeksi tanah yang kurang memadai, penanaman yang kurang bagus, penyiraman yang terlalu banyak atau terlalu sedikit serta gangguan hama.

Daun terbakar (gosong), kondisi ini akibat penyiraman yang tidak memadai setelah pemupukan, tingkat aplikasi pupuk dan pemilihan produk yang salah saat memberikan pestisida, atau akibat pemindahan naungan secara tiba-tiba.

Daun menjadi kuning, seringkali terjadi akibat kurangnya kadar keteduhan, pengurangan nitrogen setelah bulan ketiga atau terlalu banyak air.

Bercak Coklat Pada Daun (Necrosis), kondisi ini akibat kekurangan sinar matahari. Anthracnose, merupakan penyakit yang paling serius dan bisa saja muncul selama masa pembibitan. Sirkulasi udara yang baik dapat mengurangi risiko tanaman terkena penyakit ini. (T2)

Cuplikan Artikel di majalah InfoSAWIT Edisi Desember 2021

http://store.infosawit.com/