MAMUJU – Rencana pemerintah Sulawesi Barat membangun pabrik minyak sawit mentah (CPO) tanpa kebun mendapat sorotan dari Pengurus Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Karossa (HIPPMA KAROSSA) Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Menurut HIPPMA KOAROSSA, rencana itu akan menghambat optimalisasi pembangunan perkebunan kelapa sawit di Sulbar.
"Kehadiran pabrik CPO kelapa sawit akan menimbulkan banyak dampak negatif dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit di Sulbar khususnya di Mamuju Tengah khususnya menyangkut potensi kekacauan tata niaga TBS sawit, matinya Koperasi Unit Desa serta akan memicu terjadinya pencurian sawit," kata pengurus HIPPMA KAROSSA, Hasanuddin, kepada Media Sulbar, Jumat (16/01/2015)
Ia menggambarkan, dengan menaikkan harga TBS maka hal itu akan memicu petani yang bermitra dengan perusahaan swasta menjual sawit mereka ke pabrik CPO tanpa kebun. Imbasnya, pabrik CPO yang memiliki kebun sawit akan kekurangan bahan baku.
"Jika harga mereka naikkan maka perusahaan yang punya kebun akan kekurangan stok bahan baku karena mitra mereka akan berpaling. Ini juga membuat kredit petani tidak bisa dipotong oleh perusahaan mitra mereka sehingga KUD yang selama ini menjadi jembatan usaha petani dengan perusahaan perkebunan sawit tidak berfungsi," jelasnya
Lanjutnya Hasanuddin menjelaskan, pabrik CPO tanpa kebun tersebut juga akan memicu maraknya pencurian TBS dikarenakan keberanian Pabrik CPO tanpa kebun membeli TBS dengan harga tinggi dan cenderung tidak mempermasalahkan asal-usul TBS yang mereka beli. (T3)







