InfoSAWIT, BOGOR - Pemerintah dan perusahaan perkebunan sawit didorong untuk melakukan pencegahan penyebaran pandemic Covid 19 secara optimal. Lantaran situasi sekarang, jumlah kasus positif semakin meningkat. Ini mesti menjadi perhatian para pihak, khususnya perusahaan perkebunan sawit. Terlebih, sebagian besar perkebunan sawit berada di lokasi yang jauh dari fasilitas layanan kesehatan.
Supian Noor dari FSPM Sinarmas Kalsel mengatakan, vaksinasi Covid-19 agar dilakukan di areal perkebunan kelapa sawiy atau di lokasi yang dekat dengan domisili buruh. Sebelumnya disejumlah daerah, lokasi vaksinasi dilakukan di rumah sakit yang ada di kota. Sementara lokasi perkebunan kelapa sawit jauh dari rumah sakit, karena itu sebaiknya menjadi pertimbangan pemerintah.
Selain itu, percepatan vaksinasi bagi buruh perkebunan sawit sudah harus menjadi prioritas pemerintah. ”Pemerintah banyak memberi dukungan untuk perkebunan sawit, sekarang saatnya pemerintah menunjukkan dukungan terhadap buruh perkebunan sawit dengan percepatan vaksinasi”, kata Supian Noor dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, Selasa (6/7/2021).
Sementara Kepala Departemen Organisasi DPP GSBI, Ismet Inoni, meminta negara segera turun tangan melakukan percepatan vaksinasi bagi buruh perkebunan sawit. Selain itu, perusahaan perkebunan sawit diminta melakukan segala tindakan dalam rangka memastikan kesehatan dan keselamatan buruh sawit dalam situasi pandemi Covid 19.
“Sampai sejauh ini proses produksi di perkebunan sawit tetap berjalan seperti biasa. Kesehatan dan keselamatan buruh tetap harus menjadi prioritas perusahaan. Oleh karena itu organisasi perusahaan perkebunan sawit mesti melakukan upaya agar vaksinasi bagi buruh bisa dipercepat,” katanya.
Lebih lanjut tutur, Ismet, untuk tes antigen maupun PCR oleh buruh sawit sebaiknya dilakukan secara gratis meskipun hasilnya negatif. “Pengalaman kita jika tes antigen atau PCR hasilnya negatif, biasanya buruh diminta bayar sendiri, tidak ditanggung BPJS maupun program Kemenkes,” tandas Ismet. (T2)







