InfoSAWIT, JAKARTA - Merujuk dari hasil penelitian yang dilakukan Peneliti dari Universitas Jambi, Rosyani, mengenai dampak penerapan praktik berkelanjutan bagi petani, menunjukan bukti yang positif. Pada penelitian yang dilakukan sepanjang tahun 2014 silam di Gapotkan Tanjung Sehati, berlokasi di Merangin, Jambi, menunjukkan adanya perubahan yang signifikan baik pada aspek sosial, lingkungan dan ekonomi.
Tutur Rosyani, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel sebanyak 70 petani dengan teknik Slovin Methode. Sementara untuk mengukur perubahan kondisi air dan udara sebelum petani mendapat sertifikat RSPO, dan setelah mendapat sertifikat RSPO dilakukan lewat membandingkan kondisi air dan udara dengan desa di sekitar Gapoktan Tanjung Sehati, ini dilakukan lantaran tidak ada catatan yang menunjukan kondisi air dan udara sebelumnya.
Penerapan praktik budidaya secara berkelanjutan pun secara nyata telah banyak mengubah perilaku budidaya petani swadaya, pemborosan penggunaan bahan kimia dan aktivitas budidaya yang tidak diperlukan diberkurang, termasuk meningkatknya kualitas buah, sehingga mendongkrak penghasilan petani.
Secara aspek sosial, dari hasil penelitian menunjukkan, kekayaan atau pendapatan petani pun tercatat meningkat, walupun untuk pemerataan gender belum ada perubahan. Lantas tingkat kesehatan masyarakat meningkat, tingkat pendidikan baik formal dan non formal meningkat pesat, pemukiman terjadi peningkatan, termasuk peningkatan pada tingkat keamanan dan partisipasi petani.
Untuk aspek lingkungan, kondisi udara bersih tercatat meningkat, terjadi peningkatan lahan pertanian, lahan hutan bertambah lantaran ada kegiatan penanaman hutan kembali oleh masyarakat.
Lantaran terjadi peningkatan secara ekonomi, maka secara otomatis terjadi peningkatan urbanisasi, penjagaan lingkungan yang baik oleh masyaraka mendorong kondisi ekosistem dan spesies meningkat, kendati untuk kondiai air bersih tidak ada perubahan.
Jika dilihat dari sisi ekonomi, maka penerapan praktik berkelanjutan mampu mendongkrak struktur ekonomi, dimana kata Rosyani, pada kondisi ini petani memperoleh manfaat lantaran tidak lagi menjual TBS ke tengkulak sehingga harga yang didapat menjadi lebih tinggi.
Disamping itu kelompok tani ini secara bertahap memiliki diversifikasi usaha, tidak hanya mengelola koperasi, namun juga menjalankan kegiatan usaha lainnya seperti usaha transportasi panen TBS, sehingga petani mendapatkan penghasilan tambahan.
Demikian juga pola administrasi produksi yang secara signifikan berubah, misalnya terjadi pola pencatatan yang teratur pada setiap hasil produksi. “Ekonomi menjadi meningkat tidak hanya dari pendapatan penjualan buah, struktur pola administrasi dan transportasi pun menjadi lebih baik,” kata Rosyani.
Selain aspek, sosial, lingkungan dan ekonomi yang meningkat, penerapan praktik berkelanjutan itu juga mendorong masyarakat menerapkan organisasi secara solid, termasuk kegiatan dan struktur organisasi yang cukup kuat.
Secara umum, penerapan praktik berkelanjutan pada kelompok petani swadaya telah memberikan dampak positif bagi masyarakat baik dari aspek ekonomi, sosial maupun lingkungan. Masyarakat pun memperloleh manfaat ganda, dengan menerapkan praktik berkelanjutan, lingkungan bersih tingkat ekonomi tinggi. (T2)
Sumber: Majalah InfoSAWIT edisi Juni 2016







