Berita Lintas
sawitbaik

Petani Sawit Swadaya Anggota APBML Memberikan Beasiswa untuk 100 Anak



Foto dok. APBML
Petani Sawit Swadaya Anggota APBML Memberikan Beasiswa untuk 100 Anak

InfoSAWIT, JAKARTA – Salah satu kelompok petani kelapa sawit swadaya yang tergabung  dalam Asosiasi Petani Swadaya Berkah Mandah Lestari (APBML), memiliki program rutin tahunan yaitu program Beasiswa, untuk membantu anak-anak usia sekolah dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi.

Program ini bertujuan agar anak-anak usia sekolah tetap dapat melanjutkan pendidikannya hingga selesai, karena di beberapa desa disekitar, banyak sekali anak-anak usia sekolah tidak melanjutkan sekolah lantaran faktor ekonomi dan akses.

Kegiatan pemberian beasiswa pendidikan ini bisa berjalan lantaran Asosiasi Petani Swadaya Berkah Mandah Lestari telah memperoleh insentif dari sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sejak tahun 2019 lalu.  APBML berlokasi di Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, propinsi Jambi. Beranggota sebanyak 291 petani sawit  dengan luas areal lahan seluas 707 Ha, yang tersebar di delapan desa di dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Batang Asam dan Kecamatan Tungkal Ulu.

Tercatat, Asosiasi ini memiliki banyak inovasi yang dikembangkan untuk anggotanya. Dari Inovasi perlindungan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) berupa air terjun yang berlokasi di areal mereka, hingga bantuan sumbangan untuk Sekolah dan Pesantren yang ada di wilayah kerja Asosiasi dan anggota Asosiasi.

Untuk Program Beasiswa Pendidikan ini pihak APMBL menyedian dana sekitar Rp 60 Juta pertahun untuk anak-anak dengan pembagian Rp 500.000-1.000.000/tahun/orang anak. Terdapat sekitar 100 orang anak dengan usia sekolah yang dapat dijangkau oleh program ini. Dana ini adalah kontribusi dari dana insentif penjualan Kredit RSPO yang mereka terima setiap tahun. Rata-rata penerimaan APBML dari penjualan Kredit RSPO adalah mencapai US$ 66.350/tahun atau setara dengan Rp 962 juta/tahun.

“Beasiswa yang kami salurkan ini, khusus untuk  anak-anak usia sekolah di wilayah kerja kami, agar anak-anak dapat terus bersekolah sampai selesai. Karena diwilayah kami ini, banyak anak-anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi dan juga terbatasnya jumlah sekolah diwilayah kami,” kata Manager APBML, Ardiansyah, dalama keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Lebih lanjut tutur Ardiansyah, pihak APMBL juga memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah dan pesantren yang ada diwilayah nya, sementara untuk program beasiswa pendidikan recananya akan terus dilakukan setiap tahun, supaya anak-anak tetap dapat bersekolah baik di wilayah Tungkal Ulu maupun di kota Jambi.

Diungkapkan petani sawit swadaya anggota APMBL, Suseno, dirinya merasa bahagia lantaran adanya pembelian dari kredit sertifikay yang mereka terima, sekaligus bisa membantu anak-anak di wilayah mereka, agar tetap dapat melanjutkan sekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak.

Insentif sertifikasi minyak sawit berkelanjutan RSPO, telah mendukung cita-cita RSPO dalam kegiatan perlindungan lingkungan, perbaikan produksi, tetapi juga bisa mendorong perlindungan hak anak. Program Beasiswa yang digagas oleh APBML ini menjadi salah satu cara dalam mengurangi peluang anak-anak usia sekolah berkerja di kebun sawit untuk membantu orang tua atau anak-anak usia sekolah berkerja di pabrik. (T2)