SERUYAN – Wakil Bupati Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah, Yulhaidir mengatakan, berdasarkan laporan warga, limbah pabrik pengolahan kelapa sawit PT Teguh Sampurna telah mencemari sungai Sabahu sehingga menyebabkan banyak ikan mati.
Selain itu, katanya, warga yang ada disekitar mulai kesulitan mendapatkan air bersih, karena air yang biasa mereka konsumsi tiba-tiba berubah menjadi kehitam-hitaman. “Apabila digunakan untuk mandi akan menyebabkan gatal-gatal,” ujarnya
Oleh karenanya, untuk menindak lanjuti laporan warga tersebut, beberapa waktu lalu Yulhaidir didampingi Tim Badan Lingkungan Hidup (BLH), turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung kondisi sungai yang diduga tercemar.
“Dari laporan tersebut kami turun ke lapangan menulusuri dan mencek secara langsung kondisi yang terjadi, dengan mengambil sampel air di beberapa titik untuk selanjutnya akan di periksa di laboratorium guna mengetahui apakah air tersebut tercemar limbah atau tidak,” terangnya, seperti dikutip Ciputra News, Senin (19/1/2015).
Pihaknya juga mengambil sampel di anak sungai yang terletak di kawasan kebun sawit, hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah mereka memang perusahaan membuang limbah berbahaya langsung sungai atau tidak. (T3)







