JAKARTA – Guna menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi setiap tahunnya, Kementerian Lingkungan Hidup terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait yakni Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Setelah Rakor pada tingkat Provinsi Riau pada tanggal 8 Januari dan Sumatera Selatan tanggal 13 Januari, direncanakan rapat koordinasi akan dilaksanakan untuk Kalimantan Barat pada tanggal 20 Januari yang menurut rencana akan langsung dipimpin oleh Presiden disela-sela kunjungan kerja Presiden selama dua hari di Kalbar,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), dalam sebuah pernyataan, Minggu (18/1/2015).
Selain itu, koordinasi juga dilakukan oleh Menteri LHK pada tingkat pusat yaitu bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam Rapat Kerja Eselon I sampai dengan IV jajaran BNPB pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2015 bertempat di Pusdiklat BNPB Cibinong.
Lebih lanjut, siti menjelaskan, bahwa beberapa jenis bencana yang terkait dengan Kementerian LHK secara umum adalah bencana ekologis yang meliputi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, banjir, longsor, angin puting beliung, erupsi, defomasi kerak bumi atau gempa dan pencemaran sampah dan limbah.
“Dimaklumi bersama penyebab utama bencana yang bersumber dari bencana alam akibat cuaca, perubahan iklim dan kondisi lahan serta akibat ulah manusia,” jelasnya. (T3)







