InfoSAWIT, JAKARTA – Belum lama ini Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) telah melakukan kerjasama riset sawit, dimana terdapat 25 Perjanjan Kontrak Kerja sama (PKS) penelitian dan 2 MoU kerja sama untuk 3 penelitian yang ditandatangani. Total dana yang disetujui untuk 28 penelitian baru ini adalah sekitar Rp 42,4 Milyar dengan pendanaan multiyear 1 sampai dengan 3 tahun.
25 PKS dan 2 MoU yang ditandatangani hari ini merupakan kerja sama BPDP-KS dengan 18 Lembaga Penelitian dan Pengembangan yaitu 1). Direktorat Riset dan Pengembangan Universitas Indonesia, 2) Institut Teknologi Bandung, 3). LPPM Institut Pertanian Bogor, 4). Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 5). Institut Tekonologi Sepuluh November, 6). Lembaga Penelitian (LP) Univ Sumatera Utara, 7). LPPM Univ Malikussaleh, 8). Univ Riau, 9). LPPM Univ Bengkulu, 10. LPPM Univ Lampung, 11). LPPM Univ Tanjungpura, 12). LPPM Univ Lambung Mangkurat 13). LPPM Univ Tadulako 14) Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, 15). Pusat Penelitian Kelapa Sawit, 16). Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia, 17). Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa dan 18). Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Topik-topik penelitian yang didanai diantaranya adalah Pengembangan Palm Crete Beton, Peningkatan Kestabilan Oksitasi Biodiesel, Teknologi Produksi Hidrogen, Produk benang dan kain biomassa sawit, Produksi Palmkernelamidopropyl Betaine, Teknologi Produksi Stabiliser Termal Polyvinyl Chloride, Pemanfaatan Bungkil Sawit, Rapid test 3MCPD, Pemanfaatan Spent Bleaching Earth, Teknologi Paludilutur pada PSR, Alat Deteksi dini Ganoderma, Mobile Mini Crane Untuk Loading, Sawit dan SDGs, Perbaikan Status Kesehatan Reproduksi, Status Gizi dan Penyimpangan Kerja pada Pekerja, Model Reintegrasi Sosial-Ekonomi Eks Kombatan GAM, Penguatan Modal Sosial Kelembagaan Petani Swadaya, Strategi dan Insentif untuk Percepatan Pelaksanaan Sertifikasi Sawit Berkelanjutan, Inventarisasi dan Identifikasi Lahan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dalam Kawasan Hutan.
“Grant Riset Sawit merupakan salah satu program BPDP-KS yang kami laksanakan secara regular setiap tahun, sebagai bagian dari upaya kami untuk mendorong pengembangan riset di sektor kelapa sawit, yang hasilnya untuk dapat dimanfaatkan dalam pengembangan industri sawit nasional yang berkelanjutan,” ujar Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman, dalam keterangan tertulis kepada InfoSAWIT, Kamis (19/8/2021).
Beberapa hasil penelitian yang telah didanai BPDPKS sebelumnya telah dimanfaatkan dan atau masuk tahap komersialisasi diantaranya juga telah dipublikasikannya dalam bentuk buku seperti Buku Sejarah Perkembangan Status, Penggunaan Lahan dan Keanekaragaman Jenis Hayati Kebun Kelapa Sawit Indonesia; Bahan untuk pengambilan kebijakan terkait pemanfaatan biodiesel yaitu pencampuran Biodiesel dengan minyak solar (B20, B30, B40); Pengembangan Surfaktan oleh PT Petro Kimia Gresik; Produksi Helm oleh PT Interstisi Material Maju; Pembangunan pabrik pilot Stabiliser Termal PVC oleh PT Timah Industri; Biosilika yang telah dimanfaatkan di beberapa Perkebunan Sawit; kajian 3MCPD yang digunakan untuk sidang Codex dan CPOPC; kajian EU Directive untuk Sidang WTO; Pabrik IVO di Kabupaten Musi Banyuasin, serta litbang terkait Bensin Sawit yang terus dikembangkan untuk menggantikan minyak gasoline/ bensin yang masih impor dalam jumlah yang besar. (T2)







