Berita Lintas
sawitbaik

Teknis Merawat Jalan di Kebun Kelapa Sawit



Teknis Merawat Jalan di Kebun Kelapa Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Untuk menjaga agar umur pakai jalan bisa bertahan lama, maka konstruksi badan jalan harus dibuat berbentuk camber (menyerupai punggung kura-kura) dengan kemiringan 2-5 derajat. selain itu penting juga diperhatikan pembuatan tali air di sisi jalan.

Sebagai urat nadi penghubung transportasi, jalan merupakan salah satu elemen penting yang harus di manage dengan baik dalam pengelolaan kebun kelapa sawit. Kualitas jalan yang baik bisa berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas operasional kebun. Disamping itu, baiknya kualitas jalan akan mampu menekan biaya operasional dari pengelolaan kebun sawit itu sendiri.

Secara umum fungsi jalan di kebun kelapa sawit dapat digolongkan menjadi tiga, pertama, sebagai sarana transportasi TBS atau material lain dari luar kebun ke dalam kebun, dan dari dalam kebun ke luar kebun (CPO, Kernel).

Kedua, sebagai sarana transportasi TBS atau material lain di dalam kebun itu sendiri (pupuk, titi panen, gorong-gorong, dll). Termasuk juga sebagai sarana transportasi mobilisasi karyawan. Dan ketiga, sebagai batas blok.

 

Jenis Perawatan Jalan

Setiap perusahaan memiliki  kebijakan berbeda terhadap kuantitas dan jenis jalan  yang akan ditimbun/diperkeras. Beberapa perusahaan mengharuskan semua jalan ditimbun, sehingga seminimal mungkin terjadi langsir dengan traktror. Beberapa perusahaan lainnya cukup mewajibkan melakukan perkerasan pada jalan-jalan utama saja. Sisanya, pengangkutan pada jalan yang tidak diperkeras akan dilakukan menggunakan traktor dan alat berat lainnya. Semuanya itu terkait dengan kebijakan biaya yang akan dikeluarkan.

Untuk menghitung biaya perkerasan dan perawatan jalan banyak hal yang mempengaruhi. Hal-hal tersebut yang akan menentukan perbedaan harga. Faktor – faktor utama tersebut antara lain : Ketebalan perkerasan, Jarak quarry ke lokasi penimbunan, Running Cost Excavator – Grader – Vibro Compactor – Dump Truck dan Muatan dari DT itu sendiri per tripnya.

Menggunakan semua asumsi yang saya punya (boleh nanti diskusi pribadi via email jika ingin mengetahui asumsi-asumsi tersebut), maka biaya perkerasan dan perawatan jalan bisa dijabarkan sebagai berikut :

1. Perkerasan Baru/Murni

Yang dimaksud dengan item pekerjaan ini adalah menimbun jalan dengan material timbun jalan (laterit, koral, dll) pada areal jalan (CR / MR) yang baru di buka atau dibentuk menggunakan alat berat. Tebal perkerasan baru ini adalah 30-50 cm. Biaya yang digunakan secara rata-rata adalah : Rp. 50-60 Juta/KM.

 

2. Grading Jalan

Grading jalan adalah bagian dari perawatan jalan. Secara rotasi, grading sebaiknya dilakukan 2x setahun. Dengan begitu kita bisa meminimalkan kerusakan jalan. Grading jalan yang baik juga memperhatikan pembuatan tali air di sisi jalan. Hal ini akan menjaga agar air tidak mengalir ke badan jalan. Biaya yang digunakan secara rata-rata adalah : Rp. 1-2 Juta/KM

 

3. Perawatan Jalan Spot-Spot

Tidak bisa dihindari bahwa setiap jalan mempunyai daerah lemah yang sering kita sebut bottle neck. Biasanya di titik itu, jalan paling rentan mengalami kerusakan secara berulang-ulang. Sekilas, karena lokasi rusaknya hanya pendek maka kita sering menganggap biaya sedikit. Namun karena umumnya kita menimbun titik – titik tersebut dengan “royal” (menggunakan sebanyak mungkin material) dengan tujuan yang penting jadi dan bisa dilewati maka jika di hitung unit costnya akan menjadi sangat mahal. Biaya yang digunakan secara rata-rata adalah : 15-20 Juta/KM.

 

4. Perkerasan Jalan Ulang

Perkerasan ulang dilakukan pada jalan yang sudah pernah diperkeras/dilaterit namun lateritnya sudah tipis bahkan habis. Secara norma, perkerasan ulang dilakukan setiap 4 tahun. Ketebalan perkerasan ulang berkisar 5-10 cm. Namun tentu saja di lapangan hal tersebut bisa berubah tergantung maintenance jalan yang kita lakukan. Biaya yang digunakan secara rata-rata adalah : 10-15 Juta/KM

 

Faktor-Faktor Perusak Jalan

Selain harus ditimbun dengan kepadatan yang baik dan jenis material yang baik, jalan juga harus dijaga dari beberapa hal agar tidak mudah rusak. Musuh utama dari jalan tanah adalah genangan air. Untuk itu badan jalan harus cember (dibuat menyerupai punggung kura-kura atau batok kelapa) dengan kemiringan antara 2-5 derajat.

Beberapa faktor yang dapat merusak jalan, antara lain :

Pertama, Genangan Air. Untuk mengatasi hal ini, badan jalan garus dibuat berbentuk camber. Pembuatan tali air disisi jalan juga penting untuk mengalirkan air disisi jalan ke arah yang lebih rendah. Setelah itu dibuatkan parit sirip atau parit pembuang dari sisi jalan ke dalam blok.

Kedua, Rendahnya Intensitas Sinar Matahari. Untuk mengatasi hal ini, maka pruning tepi jalan harus dilakukan dengan rotasi yang tepat. Secara umum, rotasi pruning tepi jalan adalah 3-4x setahun. Diharapkan dengan kondisi jalan yang sering tidak lembab maka kekerasan material perkerasan jalan dapat terjaga dengan baik.

Ketiga, Beban (tonase) Kendaraan yang lewat. Beberapa perusahaan membatasi muatan truck pengangkut buah untuk tujuan ini. Selain juga untuk menjaga kondisi kendaraan agar tidak cepat rusak. Umumnya muatan dibatasi maksimal 7 ton saja. Pada beberapa perusahan, diberlakukan sistem, jika muatan TBS melebihi 7 ton, maka maksimal angkutan yang dibayar tetap hanya 7 ton saja.

(Penulis: Muhammad Ramadan Pohan/Praktisi Perkebunan Kelapa Sawit)

Sumber: Majalah InfoSAWIT Edisi Februari 2018

Https://store.infosawit.com/