InfoSAWIT, JAKARTA – Kinerja perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Cisadane Sawit Raya Tbk.m (CSRA) selama kuartal pertama berhasil berlanjut hingga paruh pertama tahun 2021 ini. Tercatat, pendapatan penjualan 1H21 meningkat 42,3% menjadi Rp 388,88 miliar dari 273.33 miliar di 1H20.
Pencapaian tengah tahunan terbaik bahkan dibandingkan periode yang sama sebelum pandemi. Membirunya kinerja tersebut merupakan kombinasi dari penguatan faktor eksternal yaitu peningkatan tren bullish harga jual rata-rata komoditas minyak mentah kelapa sawit (CPO), ditambah dengan konsistensi capaian internal dalam hal kemampuan mempertahankan kinerja produktivitas yang optimal di seluruh lini operasi.
Rally kenaikan harga jual rata-rata CPO di tahun lalu terus berlanjut sampai paruh pertama 2021 ini. Tren kenaikan ini membuat meningkatnya potensi pendapatan usaha Perseroan. Selain faktor harga, produktivitas lini produksi yang konsisten juga berkontribusi terhadap top-line yang kuat dengan yield produksi TBS yang tetap terjaga di kisaran 9,7ton/ha.
Sampai akhir semester 1 2021 ini, total luas lahan tertanam inti Perseroan mencapai 18.605 ha. Dari luas lahan perkebunan yang tertanam tersebut, seluas 15.660,4 ha ditanami tanaman yang menghasilkan (mature). Secara umum, profil tanaman Perseroan masuk dalam kategori produktif, dikarenakan umur tanaman yang masih muda. Tanaman berusia 4-7 tahun menempati area seluas 4.774,2 ha dan tanaman berusia 8-17 tahun menempati area seluas 6.882,1 ha. Perusahaan melihat tren pertumbuhan produksi yang positif secara jangka panjang.
Dari sisi profitabilitas, seluruh Margin Laba Perseroan juga berhasil menguat, sinyal kuat bahwa kombinasi efisiensi dan produktifitas terjaga optimal. Margin Kotor Perseroan 1H21 tercatat menguat 82,6% menjadi Rp 199,96 miliar dari Rp 109,48 miliar di 1H20 dengan Margin laba bruto IH21 ada di 51,4% dari 40,1% di 1H20. Seluruh pos beban usaha, seperti Beban Sumber Daya Manusia, Beban Operasi & Pemeliharaan, serta Beban Operasional lainnya selama 1H21 ini tetap terjaga efisien sehingga Laba Usaha Perseroan meningkat tajam, 1,5x lipat menjadi Rp 142,91 miliar dari Rp 56,33 miliar di 1H20.
Di level bottom line, pos beban bunga keuangan dan beban neto non operasional lainnya tetap terjaga dengan baik. Hal ini membuat Laba bersih Perseroan 1H21 ditutup positif sebesar Rp 83,45 miliar, naik hampir 2x lipat atau 93.9% dari Rp 43,04 miliar di 1H20.
“Secara keseluruhan, peningkatan kinerja operasional ini membuktikan bahwa strategi bisnis Perseroan yang berorientasi jangka panjang, mengacu kepada pertumbuhan keberlanjutan mempunyai dampak positif bagi tumbuhnya iklim produktivitas yang sehat di Perseroan di tengah semua perubahan yang cepat saat ini,” catat Direktur Keuangan & Pengembangan Strategis CSRA, Seman Sendjaja, dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT. (T2)







