Berita Lintas
sawitbaik

Mengenal Vitamin E Tokotrienol Dalam Minyak Sawit



Ilustrasi Minyak Goreng Sawit
Mengenal Vitamin E Tokotrienol Dalam Minyak Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Minyak kelapa sawit kerap kali dituding sebagai minyak nabati yang kurang sehat, namun faktanya tidak demikian. lantara dalam sebuah riset yang telah dilakukan minyak sawit justru mengandung tokotrienol yang merupakan bagian terbesar dari vitamin e dengan tingkat antioksidan tinggi dan musuh bagi kanker.

Tokotrienol merupakan bagian dari  keluarga vitamin E. Keluarga vitamin E terdiri dari empat isomer tokoferol dan empat isomer tokotrienol, diantaranya adalah alfa, beta, gamma dan delta.

Sayangnya hampir lebih dari 30 tahun, tidak banyak kajian vitamin E yang secara fokus tertuju pada tokotrienol, padahal tokotrienol adalah separuh dari keseluruhan keluarga vitamin E. Hanya saja untuk beberapa tahun terakhir, terdapat perkembangan yang positif terkait riset tokotrienol, menyusul adanya potensi bagi kesehatan.

Seperti dikutip dari artikel Nature’s Best Kept Secret - Vitamin E Tocotrienols dari Malaysian Palm Oil Council (MPOC), tokotrienol mempunyai struktur dan fungsi biologi yang berbeda dari tokoferol. Ia juga tidak dengan mudah didapat seperti halnya tokoferol yang banyak berada dalam kebanyakan sayuran.

Lantaran, tokotrienol hanya bisa didapat pada sumber tumbuhan tertentu. Ia adalah komponen kecil di dalam tumbuh-tumbuhan dan hanya terkandung di dalam serelia, beras, barli, dan germa gandum. Sementara untuk di dalam minyak hanya terdapat pada beberapa jenis minyak tertentu, seperti minyak sawit dan minyak beras saja mengandung tokotrienol.

Minyak sawit yang berasal dari hasil ekstrak Tandan Buah Segar (TBS) merupakan sumber asli vitamin E yang cukup banyak, dengan komposisi kira-kira 30% tokoferol dan sisanya atau sebanyak 70%  adalah tokotrienol. Minyak sawit memiliki kandungan tokotrienol yang tertinggi diantara tumbuh-tumbuhan selain minyak beras. Minyak sawit mentah diperkirakan mengandungi tokotrienol setinggi 550mg/kg.

Tokotrienol merupakan antioksidan yang lebih baik dibandingkan tokoferol. Lantaran mampu menembus ke dalam lapisan tipis lemak. Dimana tokotrienol melakukan aktivitas antioksidannya saat melekat pada bagian di dalam membran sel. Dalam beberapa kajian mencatat, tokotrienol adalah antioksidan yang sekitar 40 hingga 60 kali lebih kuat daripada tokoferol.

Sementara diberbagai riset yang telah dilakukan di seluruh dunia menunjukkan, berbagai sifat tokotrienol yang terkandung di dalam minyak sawit bisa membantu kesehatan manusia.

Melindungi Jantung

Tokotrienol tercatat juga menunjukkan kemampuannya dalam melindungi jantung. Diantara riset yang telah dilakukan mencatat, tokotrienol mampu memulihkan arteri yang tersumbat dengan mengurangkan jumlah endapan kolesterol dalam arteri karotid. Tokotrienol juga membantu mengurangi kadar kolesterol.

Untuk Kesehatan Kulit

Tingkat aktivitias antioksidan yang tinggi membuat tokotrienol diserap dengan cepat dan menembus lapisan dalam kulit manusia. Bila dimakan atau dioleskan, seseorang dapat memiliki kulit yang sehat lantaran mendapat perlindungan dari potensi penyakit seperti kanker akibat pancaran sinar UV dan potensi penyakit kulit lainnya.

Kadar antioksidan inilah yang menyebabkan tokotrienol kini digunakan secara luas di banyak proses dalam  pembuatan produk kosmetik dan dermatologi.

Anti Kanker

Tokotrienol mempunyai ciri anti-kanker yang tidak dimiliki oleh antioksidan lain. Ia bukan saja mampu membantu mencegah kanker tetapi juga memiliki kemampuan menghalang pertumbuhan sel kanker dan mendorong membuang sel-sel yang sudah diperlukan oleh tubuh (apoptosis).

Menariknya, tokotrienol hanya mendorong kematian sel kanker tertentu sambil menumbuhkan sel sehat lainnya. Kemampuan ini tidak terdapat di dalam tokoferol. Keutamaan tokotrienol dalam menghalang pertumbuhan sel kanker telah dikaji secara mendalam terutama guna memerangi sel kanker payudara, prostat dan pankreas.

Pelindung Saraf

Tokotrienol adalah pelindung saraf yang kuat dan dapat melindungi kematian sel saraf. Pada dosis yang rendah, tokotrienol tercatat dapat memberi perlindungan terhadap otak dari serangan strok. Hanya tokotrienol dan bukan tokoferol yang dapat melindungi sel saraf dari penyakit akibat memiliki tingkat antioksidan yang lebih tinggi.

Sejatinya tokotrienol adalah masih keluarga vitamin E yang sangat penting. Tokotrienol  dapat diperoleh salah satunya dari minyak sawit, wajar bilamana ada anggapan minyak sawit sumber makanan yang memiliki potensi  dalam meningkatkan kesehatan manusia dan mampu mencegah penyakit.

Minyak sawit juga memiliki sejarah penggunaan dalam makanan sejak lebih dari 5000 tahun lalu. Pada saat itu, minyak sawit muncul sebagai minyak pilihan bagi jutaan penduduk dunia. Lebih 150 negara di seluruh dunia memilihnya lantaran sifatnya dan kemampuannya yang bisa diolah untuk berbagai produk. (T2)

Sumber: Majalah InfoSAWIT Edisi Agustus 2018