Berita Lintas
sawitbaik

Kelapa Sawit Sudah Berkelanjutan Terapkan Konsep 3P



Dok. InfoSAWIT
Kelapa Sawit Sudah Berkelanjutan Terapkan Konsep 3P

InfoSAWIT, JAKARTA – Pengembangan perkebunan kelapa sawit kini telah memulai menerapkan praktik sawit berkelanjutan, merupkan praktik budidaya yang memerhatikan lingkungan dan sosial.

Dikatakan Direktur Utama PT Hanuraba Sawit Kencana, Hari Witono, sejatinya bicara aspek keberlanjutan tidak hanya untuk sektor kelapa sawit saja, tetapi untuk semua bisnis yang menyangkut sumberdaya alam harus menerapkan praktik berkelanjutan.

Kata dia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah merumuskan Sustainable Development Goals (SDGs), yang kaitannya sebagai aturan main dalam mengelola sumberdaya alam yang bisa dimanfaatkan saat ini secara efektif, tetapi anak cucu kita juga kebagian. “Jangan sampai nasibnya kayak hutan kita,” katanya saat menjadi pembicara dalam acara Live Instagram NGOBRAS #3 yang diadakan InfoSAWIT.

Lebih lanjut tutur Hari Witono, dirinya saat di Kalimantan banyak melihat masyarakat yang membangun rumah itu dengan beton semen, sementara penggunaan kayu semakin jarang, kondisi tersebut menjadi salah satu contoh dari pengembangan bisnis dimana komponen komponen berkelanjutannya tidak diperhatikan.

Sementara saat ini, tercatat praktik sawit berkelanjutan telah menjadi tuntutan pasar, maka bila tidak sustainable produk sawitnya tidak akan dibeli konsumen luar negeri. “Tapi sekarang dI Indonesia telah memiliki kebijakan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO),” katanya.

ISPO bersifat mandatori atau wajib, dengan menerapkan ISPO perkebunan kelapa sawit telah membuktikan kepada masyarakat global, sudah dikelola dengan cara praktik sawit berkelanjutan.

sebenarnya ada konsep 3P yang diadopsi praktik kelapa sawit berkelanjutan yakni “P” pertama adalah PROFIT yakni semua usaha kalau tidak menghasilkan profit maka tidak akan bisa berkembang, usaha sawit juga harus memperhatikan “P” kedua yakni PEOPLE, itu bisa masyarakat atau karyawan kebun sawit. “Pelaku sawit dilarang untuk melakukan eksploitasi karyawan,” katanya.

Lantas “P” yang terakhir adalah PLANET atau bermakna lingkungan, dimana pengembangan sawit mesti memerhatikan apsek lingkugan yang digandeng dengan program tanggung jawab perusahaan (CSR). “Dengan 3P ini diejahwantahkan sesuai prinsip dan kriteria ISPO, maka akan mampu mewujudkan kebun sawit yang lestari,” tandas Hari. (T2)