JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengungkapkan, jika teknologi somatik embriogenesis pada bibit kelapa sawit bisa dikembangkan lebih lanjut dan produktif, maka perkebunan sawit akan berkembang dengan cepat tanpa takut kekurangan pasokan bibit.
“Kebutuhan sawit ke depan kalau bisa dikuasai dengan teknologi ini semuanya akan berkembang lebih cepat,” ujarnya, Senin (19/1/2015).
Menurutnya, sebagaimana ditulis Antara, somatik embriogenesis dapat meningkatkan efektivitas pembentukan bibit. Teknologi itu merupakan cara pembentukan embrio dari bagian somatik tanaman yang dapat diambil dari bagian tubuh tanaman seperti ujung akar, daun, dan biji.
Selain kelapa sawit, teknologi ini juga dikembangkan pada tanaman kopi, kakao, dan pisang. (T3)










