SAMARINDA – Memasuki perdagangan bebas ASEAN (ASEAN Economy Community) tahun 2015 mendatang, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mempersiapkan strategi kebijakan pembangunan sektor ekonomi.
Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Prov. Kaltim, Sukardi, mengatakan sektor kelapa sawit menjadi sumber utama pembangunan. “Sumber yang memungkinkan adalah crude palm oil atau minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya,” katanya dalam siaran RRI Samarinda, Selasa (23/9/2014).
Lanjutnya ia mengungkapkan, seperti diberitakan portal Diskominfo Prov.Kaltim, selain CPO yang menjadi perhatian adalah karet alam. Minyak dan gas memang masih menjadi primadona. Namun beberapa tahun terakhir, permintaan akan SDA yang tak dapat diperbaharui tersebut menurun, sebut saja batu bara.
Dari luasan kebun sawit 1,2 juta hektar saat ini saja, jelas Sukardi, telah berdiri 55 pabrik kelapa sawit dengan kapasitas terpasang sebesar 2.705 ton TBS sawit per jam atau mampu memproduksi CPO sebesar 5.221.016 ton.
Namun, katanya untuk menjadi daerah yang kuat dari segi ekspor membutuhkan waktu tak sebentar. Perlu penyesuaian, belum lagi tahun depan Indonesia sudah masuk dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tentu persaingan dengan negara di Asia Tenggara semakin ketat. “Belum bisa. Sekitar lima atau sepuluh tahun lagi baru bisa beradaptasi,” tandasnya. (T3)










