InfoSAWIT, JAKARTA - Dewan Negara-Negara Produsen Minyak Kelapa Sawit/Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) melaksanakan program kedua untuk petani-petani kecil kelapa sawit berjudul Smallholders Outreach Program (SOP), sebuah program yang bertujuan menjadi jaringan komunikasi antar petani-petani kecil di negara negara penghasil dan pembudidaya kelapa sawit di tiga wilayah (Asia Pasifik, Central Amerika dan Afrika ) untuk membantu menyumbang pencapaian target keberlanjutan (SDG) sekitar tahun 2030.
Pada kesempatan tersebut, Alcibiades Hinestroza bersama dengan Dr. Alexandre Patric Cooman dari CENIPALMA di Kolombia juga menyampaikan beberapa kisah sukses dalam praktik terbaik yang biasa diterapkan oleh petani kecil Kolombia.
Salah satu hal yang disampaikan oleh CENIPALMA adalah sebuah alat bernama Index Keberlanjutan (Sustainability Index) dimana sebuah baseline dibentuk untuk membantu penerapan praktik baik di bidang pertanian, mengidentifikasi titik kritis dan mengurangi risiko hingga mencapai tingkat keberlanjutan.
Sementara Direktur Eksekutif CPOPC, Tan Sri Datuk Dr. Yusof Basiron, mengatakan, petani kecil adalah tulang punggung dari rantai pasokan kelapa sawit karena tanpa mereka, rantai pasok dan dinamika ekonomi dari seluruh dunia akan terpengaruh.
Sebab itu kata dia, CPOPC memainkan peran yang penting dalam memperbaiki kapasitas petani kecil dari banyaknya negara penghasil dan pembudidaya kelapa sawit serta meneruskan komitmen tersebut. “Tahun depan CPOPC akan membangun forum untuk petani kecil dari seluruh dunia yang akan melibatkan sebanyak mungkin pemangku kepentingan kelapa sawit,” katanya dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, belum lama ini. (T2)










