LEBAK – Langkanya gas elpiji kemasan tiga kilogram yang menjadi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengharuskan mereka menggunakan bahan bakar dari brondo atau sisa kelapa sawit dan kayu bakar.
“Warga begitu mudah mendapatkan brondo atau sisa kelapa sawit, yang tidak layak dijual juga kayu bakar untuk keperluan memasak sehari-hari pascakelangkaan gas elpiji itu,” ungkap seorang warga pedalaman di Desa Jayamanik Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Mamun, Minggu (18/1/2015).
Menurutnya, sebagaimana Antara melansir, selama dua pekan terakhir ini warga disini terpaksa menggunakan bahan bakar borondo juga kayu bakar. Apalagi, akibat langkanya gas elpiji, kini harganya menembus Rp22.000/tabung dari sebelumnya yang hanya Rp17.000. (T3)










