InfoSAWIT, JAKARTA - Dewan Negara-Negara Produsen Minyak Kelapa Sawit atau Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) menyelenggarakan webinar untuk para pimpinan dan pemangku kepentingan utama di industri kelapa sawit, negara-negara anggota CPOPC, serta negara-negara penghasil kelapa sawit lainnya.
Webinar yang bertajuk “Kesempatan dan Tantangan Bagi Negara-Negara Penghasil Kelapa Sawit “ atau Opportunities and Challenges for Palm Oil Producer Countries (OCOPOP) dihadiri oleh 365 peserta dari sejumlah negara penghasil minyak sawit seperti Kolombia, Honduras dan Papua New Guinea.
Tujuan utama dari webinar ini adalah untuk mengenali dan membicarakan kesempatan maupun tantangan dalam mempertahankan harga minyak kelapa sawit yang saat ini sedang naik ,serta meningkatkan strategi dan menghindari kemungkinan terjadinya penurunan harga.
Asisten Deputi Bidang Pengembangan Agribisnis Perkebunan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, mengatakan bahwa Indonesia sudah merencanakan peta strategi untuk mengembangkan industri hilir kelapa sawit dengan tujuan meningkatkan hasil produksi dan mendukung nilai tambah komoditas.
“Rencana ini meliputi pengembangan ekosistem, pelaksanaan pemerintahan yang baik (good governance), pengembangan kapasitas dan teknologi untuk mendukung bisnis kelapa sawit,” katanya saat memberikan sambutan pada Webinar yang bertajuk “Kesempatan dan Tantangan Bagi Negara-Negara Penghasil Kelapa Sawit “ atau Opportunities and Challenges for Palm Oil Producer Countries (OCOPOP), yang dihadiri InfoSAWIT.
Sementara Sekretaris Jenderal Kementerian Malaysia Bidang Industri Perkebunan dan Komoditas, Datuk Ravi Muthayah menyebutkan, industri kelapa sawit telah meningkatkan perekonomian Malaysia di tahun 2020 sekitar kurang lebih RM 73.3 Miliar.
Sebagai salah satu negara penghasil utama kelapa sawit, Malaysia mempunyai tanggung jawab untuk membantu memastikan tercapainya keamanan pangan sesuai pertumbuhan jumlah penduduk serta memenuhi target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Golas (SDGs) di tahun 2030.
Datuk Ravi menekankan bahwa CPOPC akan terus mendorong industri kelapa sawit untuk menyampaikan narasi yang tepat tentang kelapa sawit agar tercipta perspektif pasar yang seimbang. (T2)







