PEKANBARU – Kebutuhan listrik di Provinsi Riau setiap tahunnya terus meningkat, sehingga pemerintah setempat akan memanfaatkan biomassa dari limbah kelapa sawit. Saat ini kebutuhan listrik Riau sebesar 592 Megawatt (MW), sementara yang terpasang baru sebesar 315 MW, artinya masih defisit 277 MW.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri), Arsyadjuliandi Rachman menjelaskan, diantara langkah yang diambil pemerintah yakni memanfaatkan biomassa dari limbah cair kelapa sawit. “Kita akan memanfaatkan biomassa ini untuk penunjangan tambahan kebutuhan listrik di Riau. Sementara kita juga masih menunggu realisasi tambahan daya sebesar 35 ribu MW dari Pemerintah Pusat,” jelasnya, Minggu (25/1/2015).
Lebih lanjut ungkapnya, sebagaimana dilansir Spirit Riau, wacana pengembangan biomassa menjadi sumber energy ini sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo saat kunjungannya ke Riau tahun 2014 lalu. (T3)







