InfoSAWIT, JAKARTA - Diungkapkan Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Datuk Zuraida Kamaruddin dalam 9th Ministerial Meeting Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) menyampaikan, perhatiannya terhadap sentimen kampanye anti sawit yang dimunculkan oleh berbagai pihak. Sebenarnya kelapa sawit jauh lebih efisien dibandingkan dengan komoditas minyak nabati lainnya, dan propaganda negatif ini perlu mendapatkan respon serius dari CPOPC.
“Indonesia dan Malaysia akan pastikan memberi maklumat yang jelas bahwa kita adalah progressive countries, kampanye negatif itu tidak benar, dan kita juga mampu menjadi pelopor dalam pasar atau industri minyak sawit. Kemudian, proses empat negara observer untuk jadi anggota CPOPC akan dipercepat,” katanya, dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, Sabtu (4/12/2021).
Lebih lanjut kata Datuk Zuraida, kedepan sekretariat CPOPC juga harus memberikan lebih banyak masukan dan rekomendasi untuk negara anggota mengenai kebijakan dan regulasi yang terus berkembang. “Sertauntuk negara lain yang juga mengonsumsi minyak sawit, yang pastinya akan mempengaruhi industri minyak sawit,” katanya.
Sementara dungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko), Airlangga Hartaro, kampanye advokasi harus dimonitor, ditelaah, dan diberi masukan supaya semuanya bersinergi dan menghasilkan sesuatu yang mempunyai dampak yang terukur untuk mempromosikan minyak sawit berkelanjutan. “Cara demikian sekaligus mengurangi sentimen negatif,” tandas dia.
Pada kesempatan ini juga diumumkan pemenang Kompetisi Penulisan Cerita Pendek tentang Smallholder’s Life, serta peluncuran buku berisi cerita-cerita pemenang berjudul “Oil Palm Small Farmers: Our Stories, Our Lives, Our Future”. Hal ini sebagai bagian dari komunikasi public CPOPC untuk meningkatkan awareness masyarakat dunia dalam kontribusi minyak sawit hingga mencapai SDG’s. (T2)










