InfoSAWIT, JAKARTA - Diungkapkan General Manager Edible Oil Solidoridad, Suresh Motwani, kendati minyak sawit telah digunakan dihampir digunakan disemua barang kemasan seperti minyak goreng sawit, bahan baku sabun, masih dianggap sebagai “Minyak yang Lebih Murah”.
Untuk beberapa pengecer besar di India tidak menjual produk minyak sawit, sementara secara tampilan minyak nabati lainnya dianggap lebih baik ketimbang minyak sawit. Kurangnya kesadaran terkait manfaat kesehatan dan gizi serta ada anggapan minyak sawit yang lebih murah, telah menyebabkan persepsi ini terus bertahan.
Segmen terbesar minyak sawit yang dijual dan diperdagangkan di India tetap berada dalam kategori “tidak bermerek”. Masih kurangnya investasi dalam mengubah persepsi minyak murah menjadi minyak yang sehat dan premium. Sementara, pasar sangat sensitif terhadap harga dan belum peduli tentang bagaimana minyak sawit diproduksi.
Lantas, mitos tentang biaya keberlanjutan dan minyak sawit sebagai minyak bagi orang miskin serta lebih terjangkauan, serta alasan lainnya. Termasuk, kurangnya komitmen keberlanjutan yang jelas dari perusahaan yang terlibat dalam perdagangan, pengolahan dan penjualan minyak sawit di India. “Di India masih minim penggunaan platform keterlacakan dan belum adanya kebijakan pemerintah untuk minyak sawit berkelanjutan,” kata Suresh, dalam webinar yang diselenggarakan Dewan Negara Produsen Minyak Sawit (CPOPC), dihadiri InfoSAWIT, pertengahan Agustus 2021 lalu. (T2)







