InfoSAWIT, JAKARTA – Alliance to End Plastic Waste (Alliance) sukses menyelenggarakan rangkaian acara ALL_SUMMIT Investor Day. Acara ini bertujuan untuk mendorong hadirnya berbagai terobosan teknologi dalam pengelolaan sampah plastik yang menghubungkan solusi terukur dengan pendanaan berkelanjutan. Hal ini merupakan upaya berkelanjutan Alliance dalam membangun dan mengembangkan berbagai inovasi siap investasi untuk membantu mengakhiri sampah plastik.
Konferensi investasi ini terselenggara berlandaskan Alliance's End Plastic Waste Innovation Platform, yang merupakan sebuah kolaborasi dengan akselerator teknologi yang berbasis di California, Plug and Play. Sekitar 100 perusahaan start-up telah memperoleh dukungan melalui program ini, dan program ini telah mengumpulkan investasi modal lebih dari US$ 50 juta. Pendanaan tersebut Sebagian besar berasal dari private equity dan hibah dari pemerintah.
Sembilan alumni program dari wilayah Asia Pasifik telah mengajukan solusi mereka sepanjang acara ALL_SUMMIT dengan tujuan mendapatkan modal baru. Mereka melakukan presentasi di hadapan sekitar 120 tamu yang hadir, baik secara langsung di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre maupun secara daring. Para hadirin terdiri dari berbagai sektor seperti sektor swasta, institusi keuangan, venture capitalist, dan family office, yang mewakili portofolio investasi bernilai miliaran dolar. Adapun program- program yang dipresentasikan antara lain operator kemasan makanan/minuman yang dapat digunakan kembali, Muuse yang berbasis di Singapura, pendaur ulang sampah plastik Rebricks dari Jakarta, Indonesia, dan penyedia solusi kemasan yang dapat dikembalikan, Ecovia dari Gujarat, India.
Perusahaan-perusahaan start-up tersebut memulai perjalanan mereka tahun lalu ketika lebih dari 3.000 perusahaan dari lebih dari 80 negara disaring dan dianalisis di pusat inovasi di Silicon Valley, Paris, Shanghai, Sao Paulo, Johannesburg, dan Singapura. Setelah mengikuti proses seleksi yang ketat, lebih dari 100 bisnis terpilih untuk menjalani program akselerator selama 90 hari. Program ini menghasilkan sekitar 100 proyek percontohan komersial, menguji solusi mulai dari data analytics hingga teknologi yang meningkatkan pengumpulan dan pengolahan sampah.
“Kita belum menemukan solusi yang sempurna untuk mengolah sampah yang dihasilkan setiap harinya oleh masyarakat luas. Namun bukan berarti kita diam saja. Rebricks berharap dapat menawarkan solusi yang bertanggung jawab untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah plastik ini,” kata Ovy Sabrina, salah satu pendiri Rebricks, dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, Selasa (7/12/2021).
Presiden dan CEO Alliance to End Plastic Waste, mengatakan, sampah plastik adalah isu yang semakin penting dalam agenda keberlanjutan global—yang berarti negara, perusahaan, dan masyarakat akan membutuhkan lebih banyak inovasi untuk membantu mengatasi sampah plastik.
“Pendanaan modal yang telah mulai kami jembatani melalui End Plastic Waste Innovation Platform adalah indikasi kuat tersedianya sumbar daya investasi pada sektor ini, namun masih banyak yang harus dilakukan untuk mengatasi tantangan yang kompleks ini. Alliance berperan penting dalam melibatkan komunitas investor melalui acara ALL_SUMMIT, serta membantu menempatkan agenda sampah plastik diantara para investor sebagai bagian dari pendekatan holistik terhadap green financing,” tandas Jacob. (T2)










