Berita Lintas
sawitbaik

Sawit Berkontribusi Bagi Indonesia



Foto: Dea Kinanti/Sawitfest 2021
Sawit Berkontribusi Bagi Indonesia

InfoSAWIT, JAKARTA - Kemerdekaan  merupakan hak segala bangsa dan menjadi hak azasi yang harus terus diperjuangkan. tak hanya berjuang dalam mengusir penjajah, namun perjuangan kemerdekaan juga bisa dilakukan melalui peran aktif dalam membangun bangsa. usia 76 tahun kemerdekaan RI, berjuang dalam kondisi pandemi covid 19, minyak sawit terus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa Indonesia.

Keberhasilan minyak sawit mentah yang sering disebut CPO, selalu memberikan kontribusi terbaik bagi dunia dan Indonesia. Sebagai bagian dari minyak nabati global, CPO dikenal sebagai bahan baku minyak nabati yang memiliki rantai karbon terlengkap dibandingkan lainnya. Kontribusi terbesar bagi dunia, sebesar 68% digunakan sebagai minyak makanan, dan 32% sebagai minyak non makanan (surfactan dan bioenergi).

Mengutip Prof Purwiyatno Hariyadi, seorang guru besar IPB, penggunaan CPO sebagai bahan baku minyak makanan di pasar global, perlahan-lahan mengalami pergeseran penggunaan di negara produsennya. Semisal, Indonesia yang menggunakan CPO sebagai minyak makanan sebesar 51,3%, sedangkan penggunaan minyak non makanan sebesar 48,7%, dimana penggunaan akan bioenergi (biodiesel) terus mengalami peningkatan hingga 41,7% ditahun 2020.

Bahkan, Profesor IPB yang juga Dewan Redaksi InfoSAWIT ini, juga mengingatkan masyarakat Indonesia, untuk selalu menjaga keberadaan minyak sawit. Baca: https://www.infosawit.com/news/11296/jangan-sekali-kali-benci-sawit--prof-purwiyatno--50--produk-supermarket-dari-palm-oil

Sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, Indonesia memiliki keunggulan utama akan keberadaan minyak sawit yang terus bertumbuh jumlah produksinya. Ketergantungan akan pasar ekspor, telah diantisipasi dengan menumbuhkan pasar domestik melalui mandatori biodiesel. Sejak tahun 2008, program mandatori telah dimulai dengan B2,5% hingga sekarang mencapai B30.

Keberadaan program mandatori biodiesel sendiri, sering mengalami pasang surut. Lantaran harga CPO di pasar global seringpula mengalami fluktuasi harga. Hingga lahirnya BLU BPDPKS (Badan Layanan Umum-Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) sebagai lembaga yang membantu kelancaran pendanaan kelapa sawit termasuk program mandatori biodiesel dan pemberdayaan petani kelapa sawit. Baca: https://www.infosawit.com/news/10558/bpdp-ks-alokasikan-dana-psr-sawit-rp-5-5-triliun-di-2021

Keberadaan BLU BPDPKS yang mengelola dana dari sektor minyak sawit ini, secara nyata terus mengembangkan berbagai program keberpihakan kepada minyak sawit. Berbagai program promosi, pendidikan, replanting hingga subsidi biodiesel, terus dilakukan untuk mengembangkan sektor minyak sawit menjadi primadona di negeri sendiri. Alhasil, keberadaan BPDPKS, telah menjadi bagian dari sejarah perjalanan minyak sawit di Indonesia.

Saat pandemi covid 19 tahun 2020 silam, minyak sawit tetap memberikan kontribusi terbesar bagi Republik Indonesia melalui perolehan devisa sebesar Rp 322 Triliun lebih. Kontribusi terbesar dari sektor non-migas ini, memberikan sinyal positif akan keberadaan sektor minyak sawit sebagai bagian dari penggerak ekonomi nasional yang diwariskan sejak jaman kolonial. Baca: https://www.infosawit.com/news/5725/warisan-kolonial-belanda--editorial-

Keberadaan minyak sawit sendiri tidak pernah lepas dari berbagai kecaman. Berbagai tudingan, juga silih berganti selalu memberikan warna dalam perjalanannya. Meningkatnya porsi penggunaan minyak sawit sebagai bioenergi, diserap pasar global dengan kecemasan. Ketakutan terbesar dari pasar global, akan terjadi pergeseran penggunaan minyak sawit dari minyak makanan menjadi minyak bahan bakar.

Potensi pergeseran ini, yang kemudian menjadi cikal bakal akan proteksi pasar global yang sebenarnya memberikan sinyal negatif akan penggunaan minyak sawit sebagai bioenergi. Selain pergeseran domain penggunaan minyak sawit, juga ada ketakutan besar akan lemahnya daya saing minyak nabati yang dimiliki negara-negara produsen minyak nabati lainnya.

Sebab itu, keberadaan minyak sawit sebagai bagian dari minyak nabati dunia, membutuhkan keterbukaan informasi yang meluas. Guna memberikan informasi secara transparan dan berkelanjutan, akan keberadaan minyak sawit yang dihasilkan, terutama dari Indonesia. Peran serta media massa sebagai bagian dari bisnis minyak sawit tak dapat lagi dihindari, sebab itu dibutuhkan kemitraan yang strategis dan saling menguntungkan kedua belah pihak. Baca: https://www.infosawit.com/news/10595/kemitraan-sawit---media   

Merayakan hari jadi ke 76 tahun Republik Indonesia, Media InfoSAWIT juga merangkul para generasi muda Indonesia yang dikenal sebagai kalangan millenial, untuk bersama-sama merayakan kemerdekaan Indonesia melalui program luar biasa, Melihat Indonesia dari Sawit. Melalui kegiatan bernama SAWIT FEST 2021 ini, diharapkan akan tumbuh keberpihakan dari generasi muda sebagai penerus bangsa, untuk menjaga, melestarikan dan melanjutkan estafet kepemimpinan sawit di masa depan. Semoga. (Editorial September 2021)